Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Percikan Darah Cocok DNA Ibu Korban, Kasus Penculikan WN Ukraina di Bali Mengarah ke Pembunuhan

Andre Sulla • Selasa, 3 Maret 2026 | 08:57 WIB

WNA Ukraina, Ihor Komarav, 28, sempat viral di medsos karena diculik. Dia diduga menjadi korban  mutilasi di Gianyar Bali..
WNA Ukraina, Ihor Komarav, 28, sempat viral di medsos karena diculik. Dia diduga menjadi korban mutilasi di Gianyar Bali..

Radarbadung.jawapos.com- Tabir misteri hilangnya warga negara asing (WNA) asal Ukraina, Ihor Mokarav, 28, di Bali perlahan mulai terkuak.

Penyelidikan intensif Polda Bali kini menemukan titik terang, setelah hasil DNA dari percikan darah di sebuah vila di Tabanan menunjukkan kecocokan dengan DNA ibu kandung korban yang didatangkan langsung dari Ukraina.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan penculikan, yang kemudian berubah menjadi indikasi pembunuhan setelah ditemukannya potongan tubuh manusia di Gianyar dengan tato identik milik Ihor.

Chukwuebuka Gabrie Nkemegbunam, 33, warga negara Nigeria, telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka.

Ia diduga berperan ganda sebagai penyewa kendaraan dan vila di Tabanan, yang kini menjadi lokasi krusial dalam penyelidikan.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., menegaskan bahwa proses identifikasi berjalan sesuai prosedur scientific crime investigation.

"DNA pembanding dari ibu kandung korban sudah kami terima. Dokumen dan sampelnya sudah berada di Bali untuk kepentingan pencocokan," ujarnya, Senin (2/3/2026).

Meskipun percikan darah di vila menunjukkan kecocokan, polisi belum berani mengambil kesimpulan final bahwa potongan tubuh yang ditemukan identik dengan korban.

Hal ini dikarenakan sebagian besar jaringan tubuh sudah mengalami kerusakan parah akibat pembusukan, menyulitkan uji DNA lanjutan.

"Selama hasil resmi belum keluar, kami belum bisa mengatakan itu korban yang sama," tegas Ariasandy.

Tim forensik dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah masih terus melakukan otopsi dan berupaya mengambil sampel tambahan dari bagian tubuh yang dinilai masih memungkinkan untuk dianalisis.

Vila di Tabanan menjadi fokus utama penyelidikan, karena diduga kuat menjadi tempat di mana Ihor disekap atau mengalami kekerasan sebelum dilaporkan hilang.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, para tersangka sempat menginap di lokasi tersebut sebelum akhirnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Total enam WNA telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, berdasarkan minimal dua alat bukti sah seperti rekaman CCTV dan keterangan lebih dari sepuluh saksi.

Mereka dijerat dengan tuduhan penculikan, perampasan, serta penganiayaan berat.

Aparat kini berpacu dengan waktu, merangkai jejak komunikasi digital, pergerakan kendaraan, hingga data penyewaan properti untuk mengungkap tuntas kasus ini.***

Editor : Donny Tabelak
#dna #tabanan #wna #pembunuhan #nigeria #Penculikan WN Ukraina #polda bali