Radarbadung.jawapos.com– Proses hukum dan medis terus dilakukan untuk mengungkap kebenaran di balik kasus penemuan jenazah bayi di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Sabtu (9/5) lalu.
Polres Buleleng memastikan akan melakukan pemeriksaan medis berupa visum et repertum terhadap ibunya yang masih berstatus pelajar SMA, serta otopsi pada jenazah bayi tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengungkapkan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (11/5).
Langkah ini diambil guna melengkapi data penyidikan serta mengetahui secara pasti kondisi kesehatan ibu dan penyebab kematian bayi perempuan tersebut.
“Kasus ini masih terus kami dalami. Saat ini kami sedang memproses pelaksanaan visum terhadap ibunya dan otopsi pada jenazah bayi untuk memperjelas fakta di lapangan,” ujar Yohana.
Di sisi lain, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng turut turun tangan memberikan pendampingan intensif.
Mengingat kedua orang tua bayi masih di bawah umur dan berstatus pelajar, pendampingan ini dianggap sangat krusial untuk membantu pemulihan kondisi psikologis mereka maupun keluarga.
Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan pihaknya menugaskan tim untuk mendampingi pasangan tersebut mulai dari saat berada di RSUD Buleleng hingga saat proses pemeriksaan di kantor polisi.
“Selain pendampingan hukum, kami juga berikan layanan psikologis. Sang ibu tentu mengalami trauma berat pasca kejadian, sehingga butuh penanganan khusus agar kondisinya membaik,” ungkapnya.
Tak hanya kesehatan mental, pihaknya juga akan membantu memfasilitasi komunikasi dengan pihak sekolah. Hal ini dilakukan demi memastikan keberlanjutan pendidikan kedua pelaku yang sempat terhenti akibat terjerat kasus hukum ini.***
Editor : Donny Tabelak