15 Warga Terhempas Ombak, Satu Pemangku Luka Saat Upacara di Pantai Masceti

Ida Bagus Indra Prasetia • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:41 WIB
Petugas kepolisian berada di lokasi kejadian saat warga terempas ombak besar.(Foto Polsek Blahbatuh)
Petugas kepolisian berada di lokasi kejadian saat warga terempas ombak besar.(Foto Polsek Blahbatuh)

Radarbadung.jawapos.com— Belasan warga yang sedang melaksanakan persembahyangan di tepi Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, terempas ombak besar pada Selasa (11/8).

Seorang pemangku upacara mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut. 

Kejadian bermula saat sekitar pukul 08.00 Wita, saat prosesi muspa berlangsung dalam rangka upacara Ngelangkir yang dipuput Ida Resi dari Griya Tedung.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 Wita itu diikuti warga dari wilayah Tuban, Badung, dan Tedung, Gianyar.

Tiba-tiba ombak besar menerjang bibir pantai, memukul warga serta perlengkapan upacara yang telah disusun di tepi pantai. Warga yang berada dekat bibir pantai ikut terhempas.

Akibat peristiwa itu, Mangku Reging, 75, mengalami luka lecet. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba untuk mendapatkan penanganan medis.

Koordinator Balawista BPBD Gianyar, I Wayan "Join" Hermanto, menerangkan gelombang mulai membesar sejak pukul 07.30 Wita dan tetap tinggi hingga sekitar pukul 09.00 Wita.

"Tadi sempat terjadi insiden di Pantai Masceti. Ada pemedek yang diterjang ombak besar. Secara keseluruhan selamat, namun ada yang mengalami trauma ringan," ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat senantiasa berhati-hati saat melaksanakan aktivitas melukat maupun upacara adat di sepanjang kawasan pantai.

Pengunjung yang membawa anak kecil juga diminta selalu waspada dan menjaga anak-anak agar tidak terlalu dekat dengan bibir pantai.

Bhabinkamtibmas Desa Medahan bersama personel Satpolairud, Pos Pantai, Polsek Blahbatuh, Babinsa, dan Balawista turun memantau kondisi di kawasan pesisir.

Petugas juga memberikan imbauan secara langsung agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan perubahan cuaca dan gelombang, serta mengutamakan keselamatan.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini, menegaskan keselamatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan, terutama saat terdapat potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Masyarakat disarankan mengecek informasi prakiraan cuaca dan gelombang melalui sumber resmi BMKG sebelum melaksanakan kegiatan di laut maupun pesisir.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi gelombang tinggi masih berlaku di perairan Bali pada 11–14 Agustus 2026.

Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mematuhi arahan petugas.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pantai masceti pemesek terhempas ombak pemangku bpbd gianyar