Radarbadung.jawapos.com- Memiliki keindahan alam yang luar biasa membuat banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke Kecamatan Nusa Penida untuk berwisata.
Setidaknya ada ribuan wisatawan berkunjung ke Nusa Penida setiap harinya. Kondisi itu membuat para investor berbondong-bondong berinvestasi membangun akomodasi pariwisata, dan penunjang wisata lainnya di Nusa Penida.
Hanya saja tidak semua wisatawan pulang dengan kesan yang baik setelah berwisata di Nusa Penida.
Seperti yang diceritakan seorang warga Kolombia, David Portela melalui sebuah rekaman video berdurasi 4 menit 40 detik yang diuggahnya pada akun Instagram David Portela, Senin (15/9).
Dalam rekaman video tersebut, David menceritakan kisahnya saat berwisata di Bali bersama kekasihnya pada tahun 2024.
Di mana pada tanggal 10 Februari 2024, dia bersama kekasihnya mencoba wahana bungee jumping di Kecamatan Nusa Penida.
Wahana itu pertama kali dicoba oleh sang kekasih dan berjalan dengan baik. Namun, nahas saat gilirannya. Tiba- tiba tali menyambar lengannya yang menyebabkan terjadinya luka.
Dengan kondisi seperti itu, menurutnya tidak ada penanganan darurat yang dilakukan operator.
Sampai akhirnya operator wahana menarik tubuhnya, namun tidak ada pertolongan pertama yang diberikan.
Dalam video yang diunggah di instagram, David mengaku langsung dibawa ke puskesmas terdekat dengan sepeda motor sewaannya.
Setelah mendapat penanganan medis di sana, David dirujuk ke RS Bali Mandara. Di rumah sakit tersebut, dokter menjelaskan jika David bisa kehilangan lengannya bila luka yang dialaminya kian memburuk.
Hanya saja David tidak memiliki banyak waktu di Bali sehingga setelah tiga hari berada di rumah sakit, ia bertolak ke Australia setelah melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.
Setibanya di Australia, David langsung melakukan USG pada lengannya yang hasilnya menunjukkan sebagian otot lengannya mati.
Akibatnya, David mendapat 4 operasi pada lengannya. Situasi itu telah mengubah kehidupan David. Di mana ia kehilangan pekerjaan, dan mempengaruhi kesehatan mentalnya.
Atas apa yang dialaminya, David mengungkapkan perusahaan wahana bungee jumping yang membuatnya celaka berpendapat telah bertanggungjawab atas apa yang dialami David.
Yakni dengan membayar biaya perawatan David selama 2 malam, memberikan fasilitas dokter spesialis.
Tidak hanya itu, pihak perusahaan menyebutkan kecelakaan itu bisa terjadi lantaran kesalahan David yang tidak mengikuti instruksi.
Bersama dengan pengacaranya, David meminta pihak perusahaan menunjukkan lisensi, tetapi tidak pernah ditunjukkan.
David mengungkapkan usaha itu dijalankan tanpa protokol kesehatan yang memadai, lisensi, dan kemungkinan juga tanpa asuransi. Menurutnya bungee jumping tersebut masih beroperasi hingga saat ini.
Lebih lanjut dia mengingatkan kepada siapa saja yang ingin mencoba wahana ekstrem untuk meminta lisensi dan prosedur keselamatan.
Dan bila tidak ada, ia mengingatkan untuk tidak mencoba. Ia berharap rekaman video kisahnya ini sampai kepada pemerintah Indonesia.
Sebab besar harapannya peristiwa buruk yang dialaminya tidak sampai dialami oleh pihak lainnya.***
Editor : Donny Tabelak