Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Geger, WNA Rusia Ditemukan Gantung Diri di Kerobokan, Ada Surat Wasiat Minta Dikremasi di Bali

Andre Sulla • Minggu, 4 Januari 2026 | 10:05 WIB

Wanita asal Rusia berinisial VG, 50, ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakan, Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2025) lalu.
Wanita asal Rusia berinisial VG, 50, ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakan, Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2025) lalu.

Radarbadung.jawapos.com– Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinisial VG, 50, ditemukan tewas gantung diri.

Wanita ini meregang nyawa dalam kondisi tergantung di garase rumah kontrakannya di Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1/2025) sekitar pukul 10.00 WITA. 

Pj Humas Polres Badung adalah Iptu I Ketut Sudana, S.H., menyatakan, peristiwa ini diketahui pertama kali oleh seorang warga setempat yang juga bekerja di TKP.

Saat itu dia melihat lampu garase masih menyala. Ketika hendak mematikannya, saksi justru mendapati majikannya sudah dalam posisi tergantung.

“Karena panik, saksi langsung berlari ke rumahnya dan memanggil suaminya untuk memastikan kondisi korban,” ujarnya.

Setelah memastikan korban tidak bergerak, penjaga rumah kemudian menghubungi pemilik rumah serta Bhabinkamtibmas Kerobokan Kaja. Laporan itu diteruskan ke Polsek Kuta Utara. 

Unit Intelkam dan UKL Polsek Kuta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WITA dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas mendapati WNA dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Secara kasat mata, tubuh menunjukkan tanda-tanda lebam mayat. 

"Korban diketahui tinggal ngontrak seorang diri di rumah tersebut," terang Jubir Polres Badung inu.

Hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Polres Badung memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Namun, terdapat bekas jeratan tali di leher sebelah kiri dengan simpul hidup. Dari hasil identifikasi, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Selain itu, polisi juga menemukan sepucuk surat wasiat di atas meja ruang tamu. Dalam surat tersebut, korban menuliskan keputusasaan hidup.

Selain itu kondisi ekonomi yang memburuk, serta depresi yang dialaminya. Korban juga meninggalkan sejumlah pesan, mulai dari permintaan merawat kucing peliharaannya, hingga izin donor organ.

"Ya, hingga permohonan agar jenazahnya dikremasi di Bali dan abunya ditaburkan ke laut," jelasnya.

Pemilik rumah yang datang ke lokasi setelah mendapat kabar, mengungkapkan bahwa korban memang sempat mengalami depresi berat pascakrisis dan konflik di negara asalnya.

Bahkan, korban pernah dibawa berobat ke rumah sakit dan didiagnosis mengalami gangguan depresi. Ia juga jarang keluar rumah dan cenderung menutup diri.

Dari TKP, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, diantaranya uang tunai sekitar Rp 60 juta, beberapa mata uang asing, dua paspor, satu unit ponsel, serta surat wasiat. 

Jenazahnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penitipan jenazah dan proses lebih lanjut.

"Kami menyimpulkan peristiwa tersebut sebagai dugaan kuat bunuh diri, diperkuat hasil identifikasi, keterangan saksi, serta isi surat wasiat yang ditinggalkan korban," tambahnya.

Pihak kepolisian juga meminta pemilik tempat tinggal korban untuk segera menghubungi pihak keluarga atau kerabat di luar negeri guna proses administratif dan pemulangan jenazah.

"Polsek Kuta Utara dan Polres Badung sementara lengkapi administrasi serta koordinasi dengan pihak terkait," tutupnya.***

Editor : Donny Tabelak
#polres badung #depresi #gantung diri #wna rusia