Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Catatan Perjalanan Jurnalis Jawa Pos Radar Bali, Eka Prasetya di Tiongkok (10)

Eka Prasetya • Jumat, 29 Mei 2026 | 06:51 WIB
Pementasan seni di Kota Fuyang. Meski pemukiman modern berkembang, seni tradisi tetap diminati. (Foto Eka Prasetya) 
Pementasan seni di Kota Fuyang. Meski pemukiman modern berkembang, seni tradisi tetap diminati. (Foto Eka Prasetya) 

Pemukiman dan Teknologi Fuyang Berkembang Tanpa Meninggalkan Budaya Lokal

Radarbadung.jawapos.com- Jurnalis Jawa Pos Radar Bali, mendapat kesempatan mengikuti kegiatan China International Press Communication Center (CIPCC) yang berpusat di Beijing, Tiongkok. Berikut catatan perjalanannya dari negeri tirai bambu.

Kota Fuyang di Provinsi Anhui, Tiongkok, kini tengah berkembang.

Kota yang dulunya dikenal sebagai pusat pertanian dan peternakan itu pelan-pelan merambah ke sektor teknologi.

Pemerintah setempat bahkan telah mengguyurkan dana Rp 10 miliar yuan atau sekitar Rp 26 triliun untuk pengembangan pusat teknologi, inovasi, dan ekonomi.

Harapannya, ekonomi yang bertumpu dari sektor pertanian dan peternakan bisa tumbuh lebih pesat lagi.

Seiring dengan rencana pengembangan ekonomi itu, pemerintah kota di Fuyang mengembangkan kawasan baru di sisi selatan kota. Kawasan itu serupa seperti kota satelit.

Kota ini sudah tertata dengan rapi. Gedung pencakar langit yang disiapkan sebagai apartemen dan pusat pemukiman semakin banyak.

Pusat perekonomian mulai tumbuh. Hotel-hotel berdiri megah.

Kantor pemerintahan, polisi, pemadam kebakaran, rumah sakit, juga disiapkan.

Tak hanya itu pemerintah setempat juga memperhatikan kebutuhan rekreasi masyarakatnya.

Pusat-pusat olahraga disiapkan. Lokasi rekreasi juga ada. Bahkan sangat luas.

Ketika kami berkeliling di Kota Fuyan pada Senin (25/5/2026), kami mendapati di berbagai sudut kota ada sekelompok warga yang tengah berolahraga.

Meski jam sudah menujukkan pukul 20.00 malam, mereka tetap semangat. Sebagian diantaranya bahkan lansia. Mereka tetap enerjik melakukan gerakan senam.

Salah satu pusat keramaian warga kota di Fuyan adalah Shuangqing Bay Park atau Taman Teluk Shuangqing.

Taman seluas 430 ribu meter persegi itu menjadi pusat aktivitas dan rekreasi warga setempat.

Selain danau, di setiap sudut lokasi juga tersedia pusat aktivitas warga, museum sains dan teknologi, perpustakaan kota, serta Fuyang Grand Theater.

Di sekitar lokasi ini juga terdapat Taman Teluk Shuangqing.

Taman itu menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk sekadar duduk santai bersama keluarga.

Mereka menikmati suasana tenang di tepi air, ditambah lagi jalur pedestrian yang sejuk.

Bahkan hingga malam hari warga masih menggunakan lokasi untuk jogging atau jalan santai.

Di dekat lokasi ini juga terdapat jalur pedestrian yang menuju ke pusat perbelanjaan.

Pusat perbelanjaan ini menjadi rujukan warga di sisi selatan kota untuk mencari makanan atau gadget anyar.

Tempat ini juga menjadi salah satu lokasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mencari souvenir.

Malam itu kami juga cukup beruntung karena menemukan pementasan Tari Lentera Huagu.

Menurut pemandu setempat yang menemani kami, saban hari selalu ada pementasan tari dengan tema yang berbeda-beda.

Konon Tari Lentera Huagu merupakan tarian rakyat tradisional di Provinsi Anhui. Gerakan tarian lincah dan semarak.

Gerakan yang dilakukan penari perempuan terlihat Anggun, sementara penari laki-laki tampil maskulin.

Bahkan di salah satu pementasan, penari pria banyak melakukan gerakan-gerakan kungfu.

Sejumlah jurnalis dari Asia Pasifik yang datang ke Anhui sempat didaulat mencoba memperagakan Tari Lentera Huagu.

Patience Mawa dari Vanuatu, Manenant Onpanna dari Thailand, serta Moiz Farouq dari Pakistan menjadi bintang malam itu.

Mereka diminta melakukan gerakan sederhana Tari Lentera Huagu.

Meski gerakannya sederhana, tetap terkesan anggun. Sorak sorai penonton pun membahana.

Usai pementasan tersebut, Manenant Onpanna mengaku hal tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

“Saya tidak tahu seperti apa tarian di Tiongkok. Ini pertama kali saya menonton dan langsung mendapat kesempatan mencoba. Tentu ini sangat berkesan,” ujar wanita yang akrab disapa Ying itu.

Sementara Moiz Farouq mengaku terkesan dengan tarian tradisional yang dibawakan para penari.

“Mereka tampil sangat energik. Bahkan dalam waktu singkat bisa membawakan beberapa tarian,” katanya.***

Editor : Donny Tabelak
#jurnalis #china #budaya #jawa pos radar bali