Radarbadung.jawapos.com– Dua warga negara asing asal Rusia berhasil diselamatkan setelah terjebak di kawasan tebing Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada Sabtu (30/5) malam.
Operasi penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Pos Nusa Dua dan Unit Penegakan Hukum Satpolairud Polresta Denpasar, bersama Tim Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar serta petugas Linmas Desa Pecatu.
Kedua wisatawan tersebut berinisial KK (23 tahun) dan AS (22 tahun).
Keduanya bertempat tinggal sementara di White Villa by Manukyan, Jalan Raya Uluwatu, Gang Bendesa III, Ungasan, Kuta Selatan.
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00, ketika keduanya tiba di Pantai Padang-Padang untuk menikmati suasana.
Setelah berenang sejenak, sekitar 30 menit kemudian mereka memutuskan berjalan menyusuri bibir pantai sambil menyaksikan matahari terbenam.
Namun, kondisi tiba-tiba berubah ketika ombak laut secara tiba-tiba membesar dan menghantam tepian pantai.
Situasi tersebut membuat keduanya tidak dapat kembali ke jalur yang aman dan akhirnya terjebak di area yang dikelilingi tebing.
Dalam upaya menyelamatkan diri, mereka mencoba memanjat tebing, namun terjalnya medan membuat usaha tersebut gagal.
Saat terjebak dan terancam terus menerpa ombak, korban AS sempat menghubungi rekannya, Ruslan Gruzinslii, melalui aplikasi Telegram untuk meminta pertolongan.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas penyelamat melalui saluran siaga Basarnas.
Begitu menerima laporan, tim gabungan segera bergerak menuju lokasi.
Medan yang curam serta minimnya pencahayaan karena malam hari menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi. Setelah melakukan koordinasi dan persiapan, sekitar pukul 21.50 tim berhasil menjangkau posisi kedua korban dan membawanya ke tempat yang aman.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menyatakan keberhasilan penyelamatan berkat kerja sama yang baik antarunsur terkait.
“Setelah informasi diterima, petugas langsung bergerak. Medan yang sulit dan gelap menjadi kendala, namun berkat koordinasi yang lancar, keduanya berhasil diselamatkan tanpa halangan berarti,” ujarnya.
Dari keterangan petugas, kondisi keduanya selamat meski satu di antaranya mengalami luka ringan.
“Korban AS tidak mengalami luka, sedangkan korban KK mengalami lecet di kedua lutut dan telapak tangan akibat berusaha memanjat tebing,” jelasnya.
Meski demikian, kedua wisatawan menolak dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka menyatakan kondisi tubuhnya sehat dan meminta untuk diantar kembali ke tempat menginap.
Ke depannya, polisi akan melakukan koordinasi dengan pengelola vila tempat mereka menginap serta meminta keterangan guna melengkapi data peristiwa.
Iptu Adi pun menyampaikan imbauan kepada seluruh wisatawan maupun masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di kawasan pantai.
“Perhatikan kondisi cuaca dan pasang surut air laut. Jangan memaksakan diri berada di area berisiko, terutama saat ombak mulai tinggi atau menjelang malam hari,” pesannya.***