Radarbadung.jawapos.com- Ada yang menarik ketika Anda mengunjungi Kedai Singasana yang berada di ruko bakal jemaat (Bajem) Tabanan, Jalan Ir. Soekarno no. 884, Dauh Peken, Tabanan, Bali.
Di kedai tersebut, Pendeta Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Maranatha Denpasar, Pdt. Fison Sukanegara Hendri Bailaen tampak sibuk melayani pembeli.
Dibantu warga jemaat, Pdt. Fison dengan cekatan menyajikan menu-menu yang dipesan oleh pelanggan. Mulai dari menghidangkan makanan ringan seperti roti bakar, pisang keju hingga menyayikan makan berat.
Aksi pendeta bersama warga jemaat Bajem Tabanan, ternyata mempunyai visi misi mulia, yaitu mencari dana untuk pembelian lahan gereja di Kabupaten Tabanan, Bali.
Pendeta GPIB Maranatha Denpasar, Pdt. Fison Sukanegara Hendri Bailaen mengatakan, kehadiran Kedai Singasana ini adalah suatu kerinduan dari ratusan jemaat Bajem Tabanan untuk mengupayakan atau mengusahakan daya dana, khususnya untuk pengadaan lahan Gereja yang ada di Tabanan, khususnya GPIB Bajem Tabanan yang dalam proses pelembagaan.
“Maka dari itu, kerinduan inilah menjadikan support atau semangat bagi kami ratusan warga Bajem Tabanan, supaya, kita dapat melihat bahwa, berkat Tuhan itu tidak hanya di Gereja. Tapi berkat Tuhan itu luas tidak terbatas di pulau Bali ini,” kata Pdt. Fison Sukanegara belum lama ini didampingi Majelis Jemaat Jacky Takuneno dan Ketua Koordinator Pengadaan Lahan Gereja Bajem Tabanan, Gustaf Sunbanu.
“ Nah, dengan iman dan keyakinan serta kerjasama, satu hati, satu pikiran, maka kami membuka Kedai Singasana ini. Dan dapat menjadi saluran berkat buat kita dan juga menjadi saluran berkat bagi masyarakat yang singgah ke Kedai Singasana ini untuk menikmati makanan minuman yang disiapkan,” ujarnya.
Pdt. Fison Sukanegara berharap, dengan kekuatan dari kekompkan persekutuan Bajem Tabanan ini, kiranya tidak hanya cukup di tahun ini saja, tapi juga konsisten berkelanjutan.
Karena di Bajem Tabanan ini, lanjutnya, memiliki talenta dan kekuatan luar biasa yang Tuhan anugerahkan.
Pdt. Fison menambahkan, dengan hadirnya usaha yang dibangun jemaat ini kedepannya boleh berkembang, tidak hanya di Tabanan tapi juga bisa di luar Tabanan, misalnya di Denpasar ataupun di kabupaten lainnya di Bali.
“ Ini kami mulai pelan-pelan, walaupun itu sebuah mimpi, tapi kami yakin dan percaya, kalau mimpi itu diberkati Tuhan, pasti bisa nyata. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kiranya Kedai Singasana ini boleh berhasil, lancar, jaya dan sukses, amin,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Pengadaan Lahan Gereja Bajem Tabanan, Gustaf Sunbanu menambahkan, visi dan misi dalam konteks pembelian lahan gereja, pada dasarnya berkaitan dengan tujuan dan rencana tindakan gereja dalam menjalankan tugas panggilannya.
“Pembelian lahan gereja merupakan bagian dari misi gereja untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk pelayanan dan kegiatan gerejawi,” kata Gustaf.
Gustaf Sunbanu menambahkan, misi terkait pembelian lahan gereja GPIB Tabanan dengan cara menggalang dana dari jemaat dan pihak lain. Pun seperti yang dilakukan ratusan warga jemaat dengan membuka Kedai Singasana.
“ Perlu diketahui, kami sudah melakukan survei dan negosiasi untuk mendapatkan lahan yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan gereja bagi ratusan jemaat GPIB Bajem Tabanan. Kami berharap segera terealisasi,” tandasnya.
Sekadar diketahui, hadirnya Kedai Singasana jadi pelengkap, sebagai tempat nongkrong dengan pilihan makanan ringan dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Jadi, mungkin Anda bisa menghabiskan sisa waktu di Kedai Singasana usai melakukan aktivitas yang padat di sekitaran wilayah tersebut.
Dengan tampilan yang segar dan ragam menu yang memikat, kedai ini siap menyapa para pelanggan.
Pdt. Fison, sebagai pengelola Kedai Singasana dengan penuh kebanggaan mempersembahkan variasi menu yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga tetap terjangkau.
Dari mie tek-tek, roti bakar, pisang bakar, siomay hingga nasi chicken katsu yang membangkitkan selera, serta hidangan lainnya.
“Perlu diketahui, kami ingin memberikan pengalaman kuliner yang ramah di kantong pengunjung,” kata Pdt. Fison Sukanegara.
Menurut Pdt. Fison, dengan pembukaan Kedai Singasana ini memberikan janji untuk tetap menjadi destinasi kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga kantong para pelanggannya.
Rentang harga mulai dari Rp 4 ribu hingga Rp20 ribu untuk makanan, dan Rp4 ribu hingga Rp8 ribu untuk minuman.
"Kami percaya bahwa harga yang kami tawarkan sangat bersaing dan sepadan dengan kualitas yang kami hadirkan," ujar Pdt. Fison diamini majelis jemaat GPIB Maranatha Denpasar, Ibu Wahyu Tripurwaningsih.
Meskipun Kedai Singasana menargetkan para anak muda yang gemar nongkrong di kafe, mereka juga memahami kebutuhan akan tempat yang nyaman untuk bersantai, bekerja, atau bahkan mengadakan pertemuan.
Dengan konsep terbuka yang nyaman, serta akses Wi-Fi gratis untuk tetap terhubung dengan dunia digital, dan bahkan fasilitas karaoke.
"Kami berusaha memberikan pengalaman lengkap kepada pengunjung kami," ungkap Pdt. Fison.
Kedai Singasana membuka pintunya setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00 Wita.
Kedai Singasana menyajikan menu sarapan pagi, siang hingga malam. Kedai ini menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati hidangan lezat dalam suasana yang menyenangkan dan hangat.***
Editor : Donny Tabelak