JAKARTA, Radarbadung.id – Seorang driver ojek online (ojol) dilaporkan tewas setelah terlindas mobil barracuda milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat aksi demonstrasi berlangsung pada Kamis (28/8/2025).
Insiden ini memicu gelombang reaksi, termasuk dari musisi sekaligus penabuh drum Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias JRX.
Melalui akun Instagram pribadinya @true_jrx, JRX menyampaikan rasa duka dan kemarahan atas peristiwa tersebut.
Baca Juga: Korupsi Dana Hibah 2019, Mantan Ketua KONI Gianyar Diganjar 3,5 Tahun Bui
“Hati kami terasa ikut tergilas. Bayangkan sakitnya menjadi korban pembunuhan yang direncanakan ini,” tulis JRX.
Meski demikian, ia mengaku masih percaya bahwa tidak semua aparat kepolisian bersikap represif.
“Saat dibui, saya lalui banyak pengalaman tulus dan menyenangkan dengan banyak polisi. Saya percaya tak semua polisi itu jahat,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Badung Klaim Pesisir Pantai Melasti Tanah Negara, Picu Keretakan Sosial di Desa Adat Ungasan
Namun, ia menegaskan agar oknum kepolisian yang bertanggung jawab segera diberhentikan dan dihukum seberat-beratnya.
“But sadly, kasus pembunuhan warga sipil ini – its lower than evil. Pelaku harus segera dipecat, hukuman mati jika bisa. Ganti Kapolri juga mutlak untuk dilakukan,” tegasnya.
Insiden maut itu diketahui terjadi tepat di depan Rumah Susun Bendungan Hilir (Rusun Benhil) II.
Sekitar pukul 19.25 WIB, sebuah kendaraan taktis (rantis) barracuda milik Brimob melaju kencang tanpa memperhatikan kerumunan massa.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat mobil rantis itu tetap memaksa melaju meski korban telah terkapar di jalan. Beberapa demonstran tampak berusaha mengejar dan menghentikan kendaraan tersebut. ***
Editor : Made Dwija Putera