Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Muncul Aksi Demontrasi Anarkis, Ribuan Pecalang Kompak Jaga Keamanan Bali Bersama TNI- Polri

Andre Sulla • Selasa, 2 September 2025 | 14:10 WIB
Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana hadiri dalam gelar Agung Pecalang di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, kemarin.
Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana hadiri dalam gelar Agung Pecalang di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, kemarin.

Radarbadung.jawapos.com– Setelah demonstrasi meluas dan anarkis di tanah air, sinergi antara aparat TNI-POLRI bersama Pecalang menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan suasana aman, damai, dan kondusif di Gumi Bali.

 
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.I.K., M.Si., hadir di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, mengikuti gelar Agung Pecalang Bali Senin kemarin (1/9/2025). 
 
Bersama jajaran Forkopimda Provinsi Bali, kegiatan ini diikuti ribuan Pecalang dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.
 
Ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengamanan wilayah pasca aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah titik pada hari sebelumnya. 
 
Untuk diketahui, keberadaan Pecalang di Bali dinilai sebagai salah satu kearifan lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
 
Dihadapan Gubernur Bali, Dr. I Wayan Koster, hadir langsung bersama jajaran Forkopimda dan Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Pecalang Bali menyampaikan pernyataan sikap yang dibacakan oleh Pecalang Desa Adat Peminge Nusa Dua, Nyoman Beker. 
 
Dalam pernyataannya, Pecalang menegaskan menolak segala bentuk aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan anarkisme di wilayah Bali.
 
Bahwa Tanah Gumi Bali adalah tanah kelahiran, tempat hidup, dan ruang membangun kehidupan yang sejahtera serta bahagia.
 
"Oleh sebab itu, menjaga kesucian, keamanan, dan ketertiban Bali adalah tanggung jawab kita bersama,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.
 
Pecalang Bali juga menyatakan komitmen untuk mendukung penuh aparat TNI dan Polri dalam menjaga keamanan, serta meminta agar aparat menindak tegas setiap pelaku anarkis yang merusak kedamaian Bali.
 
Selain itu, Pecalang siap bekerja sama dengan aparat keamanan dan seluruh komponen masyarakat demi terciptanya Bali yang damai, aman, dan harmonis.
 
Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
 
Pangdam menegaskan bahwa Kodam IX/Udayana akan selalu hadir mendukung dan bersinergi dengan semua unsur, baik aparat pemerintah, aparat keamanan, maupun masyarakat adat, demi menjaga stabilitas keamanan di Bali.
 
Pangdam juga menambahkan bahwa Kodam IX/Udayana telah menyiagakan satuan jajarannya untuk selalu siap mendukung pemerintah daerah, sekaligus bersinergi bersama Polri dan seluruh komponen masyarakat di wilayah Bali dan Nusa Tenggara dalam rangka menjaga kondusifitas keamanan wilayah.
 
Dengan adanya Gelar Agung Pecalang Bali ini, diharapkan sinergi antara kearifan lokal Pecalang, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah semakin kokoh dalam menjaga stabilitas keamanan Pulau Dewata.
 
Komitmen bersama seluruh komponen masyarakat menjadi modal penting untuk memastikan Bali tetap aman, damai, dan harmonis.
 
"Ya, sehingga kondusifitas wilayah dapat terus terjaga demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali dan Nusa Tenggara," tutup Pendam IX/Udayana.
 
Dalam kegiatan yang diikuti oleh sekitar 1.500 pecalang dari seluruh Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya menyatakan, peran pecalang sangat strategis, terutama dalam konteks budaya dan adat istiadat Bali.
 
Sinergi antara aparat keamanan dan pecalang harus terus diperkuat untuk menciptakan suasana yang aman, damai, dan tertib, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di Bali.
 
"Para pecalang menyuarakan komitmen untuk terus menjaga Bali sebagai daerah yang aman, damai, dan harmonis sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal," kisahnya.
 
Pernyataan tegas tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat Bali, melalui lembaga adatnya, tidak akan memberikan ruang bagi tindakan provokatif, intoleransi, maupun kekerasan yang berpotensi merusak ketertiban umum.
 
"Apel Gelar Agung Pecalang Bali ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kesatuan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam mewujudkan Bali yang aman, damai, dan berbudaya," pungkas Kapolda.*** 
ACAK-ACAKAN: Kondisi ruang tengah Gedung DPRD Kabupaten Jepara Senin (1/9).
ACAK-ACAKAN: Kondisi ruang tengah Gedung DPRD Kabupaten Jepara Senin (1/9).
INVENTARISASI: Petugas tengah melakukan pendataan kerusakan Senin (1/9).
INVENTARISASI: Petugas tengah melakukan pendataan kerusakan Senin (1/9).
Kondisi ruang atas lantai II yang tak luput dari amukan massa aksi.
Kondisi ruang atas lantai II yang tak luput dari amukan massa aksi.
ACAK-ACAKAN: Kondisi ruang rapat paripurna yang juga diobrak-abrik.
ACAK-ACAKAN: Kondisi ruang rapat paripurna yang juga diobrak-abrik.
BERSIHKAN: Petugas kebersihan tengah melakukan pembersihan area luar gedung DPRD Jepara.
BERSIHKAN: Petugas kebersihan tengah melakukan pembersihan area luar gedung DPRD Jepara.
AMANKAN: Pegawai tengah melakukan pengamanan dokumen dan arsip.
AMANKAN: Pegawai tengah melakukan pengamanan dokumen dan arsip.
Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #demonstrasi #pecalang #Pangdam IX/Udayana #polda bali #pengamanan #kapolda bali