Radarbadung.jawapos.com- Tata ruang di Bali disorot habis-habisan setelah diterjang banjir besar pada 10 September 2025 lalu yang menelan korban jiwa.
Ironisnya, disaat Bali sedang berduka karena banjir yang menelan korban jiwa, ada pembangunan resort mewah di Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, Bali.
Peletakan batu pertama resort mewah tersebut telah dilakukan Selasa lalu (16/9). Investasinya mencapai Rp 1 triliun dan luas lahan sekitar 3 hektar.
Informasinya resort itu akan memiliki 400 kamar yang bisa menyerap hingga 500 tenaga kerja lokal.
Dikonfirmasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster berapa hari lalu, mengaku belum tahu rencana pembangunan resort mewah tersebut.
Gubernur Koster mengaku aka segera menanyakan ke Bupati Karangasem. ”Saya belum tahu. Nanti akan ditanyakan ke Bupati Karangasem,” kata Koster.
Sementara itu, dikonfirmasi ke Ketua Pansus I Made Supartha, menyatakan pihaknya bersama jajaran DPRD Bali segera mencari tahu pembangunan proyek tersebut.
Dipastikan pemilik proyek mengantongi izin dan tidak ada pelanggaran aturan tata ruang.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan jangan sampai ada pembangunan di tebing, jurang, sempadan laut, dan kawasan suci.
Kemudian, terkait jarak bangunan di sempadan sungai dan laut perlu ditegakkan. Terutama bila ada tempat suci di sekitar kawasan itu.
Supartha juga telah menerima aduan dari masyarakat terkait adanya pembangunan proyek tersebut.
”Banyak pembangunan di Bali yang rawan melanggar aturan karena lokasi-lokasi strategis kerap diburu investor. Oleh karena itu, aturan harus tetap ditegakkan. Jika terbukti melanggar, maka akan dihentikan,”tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak