Data Mencengangkan: 500 Ton Sampah di Bali Berasal dari Turis
Acep Tomi Rianto• Sabtu, 27 September 2025 | 20:35 WIB
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, seusai acara Pembinaan Penilaian Kinerja Lingkungan Hidup Sektor Perhotelan di Nusa Dua, Jumat (26/9/2025) lalu.
Radarbadung.jawapos.com- Sebanyak 500 ton sampah per hari di Bali disinyalir berasal dari para wisatawan.
Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat memaparkan hasil evaluasi pengelolaan sampah perhotelan di Bali.
Hanif Nurofiq menjelaskan penghitungan sampah dilakukan dengan mengambil sampel di Badung dan Denpasar.
Jumlah penduduk di dua wilayah tersebut mencapai 1,1 juta jiwa, yakni sekitar 653.000 jiwa di Denpasar dan 500.000 jiwa di Badung.
"Nah untuk Badung dan Denpasar, kami mencoba menggunakan angka konversi paling tinggi, 1,33 kilogram per orang per hari. Maka, jumlah sampahnya seharusnya hanya ada 1.300 ton per hari," ucap Hanif dalam acara Pembinaan Penilaian Kinerja Lingkungan Hidup Sektor Perhotelan di Provinsi Bali, Nusa Dua, Badung, Jumat (26/9/2025).
Namun, laporan Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan angka berbeda. Berdasarkan Sistem Informasi Sampah Nasional (SISN), jumlah sampah mencapai 1.500 ton per hari.
Sementara itu, catatan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung justru menunjukkan 1.800 ton per hari jika dilihat berdasarkan truk yang masuk.
"Jadi ada 500 ton sampah yang kemudian kami indikasikan berasal dari para wisatawan yang hadir di Bali," ucapnya.
Selain persoalan volume sampah, Menteri Lingkungan hidup juga menyoroti 13 sungai utama di Bali yang dalam kondisi tercemar sedang hingga berat.
"Tidak ada yang bersih sama sekali untuk sungai Bali. Kemudian, pantainya, setiap bulan November, Desember kita akan kedatangan sampah laut," ucapnya.***