Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Tragis! Korban Miras Oplosan Bertambah, 6 Orang Tewas, Polisi Buru Penjual

Acep Tomi Rianto • Kamis, 9 Oktober 2025 | 15:20 WIB
Ilustrasi, minuman keras oplosan yang merenggut nyawa enam orang peminumnya.
Ilustrasi, minuman keras oplosan yang merenggut nyawa enam orang peminumnya.
 
Radarbadung.jawapos.com- Kabar duka menyelimuti Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, setelah korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) oplosan di Mertoyudan terus bertambah.
 
Hingga hari ini, Rabu (8/10/2025), total enam orang dilaporkan meninggal dunia setelah menenggak minuman beralkohol yang diduga dicampur dengan bahan berbahaya.
 
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Magelang bergerak cepat mengamankan barang bukti dan memburu penjual atau peracik miras maut tersebut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
 
 
Awal mula tragedi ini terjadi ketika sekelompok orang menggelar pesta miras oplosan di sebuah gubuk yang terletak di area tegalan Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Minggu (5/10/2025) dini hari.
 
 
Awalnya, laporan yang diterima Polresta Magelang pada Selasa (7/10/2025) menyebutkan dua orang tewas.
 
Namun, dalam waktu singkat, jumlah korban terus meningkat, baik yang meninggal di rumah sakit maupun di rumah.
 
Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, mengonfirmasi peningkatan jumlah korban.
 
"Kemarin (Selasa) kan ada dua orang (meninggal dunia). Ternyata sorenya itu ada perempuan yang meninggal, menyusul hari ini ada tiga di RSUD Merah Putih. Jadi total ada enam orang," jelas Kompol La Ode (08/10/2025). 
 
Ia menambahkan bahwa semua korban yang meninggal dunia setelah diselidiki masih merupakan satu kelompok yang ikut pesta miras pada Minggu dini hari tersebut. 
 
" Salah satu korban tewas yang baru teridentifikasi belakangan adalah seorang perempuan asal Kujon, Borobudur, " ucap Kapolsek Mertoyudan, AKP Aris Mulyono.
 
 
 
Saat ini, lokasi gubuk tempat kejadian telah dipasang garis polisi. Petugas menemukan bekas botol minuman soda, botol minuman beralkohol, dan bekas botol suplemen di lokasi, menguatkan dugaan bahwa miras tersebut adalah oplosan.
 
Meski pihak keluarga dua korban awal sempat menolak dilakukannya autopsi, Kepolisian tetap mengamankan sampel miras oplosan yang tersisa dari tempat kejadian perkara (TKP). 
 
 
Dari salah satu ponsel yang disita, ditemukan bukti percakapan terkait pembelian miras secara cash on delivery (COD).
 
"Pesan (miras) lewat COD. Masih kami kejar (penjualnya)," ucap Arwansyah saat dihubungi.
 
Arwansyah menambahkan bahwa minuman yang dikonsumsi dalam pesta miras diduga merupakan jenis oplosan, karena tidak ada merek yang jelas.
 
"Sampel minuman sudah kami ambil dan akan kami bawa ke laboratorium forensik untuk mengetahui kandungannya," tambahnya.
 
 
 
Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mengungkap asal usul miras oplosan dan menangkap penjual atau peraciknya.
 
Kompol La Ode Arwansyah menegaskan bahwa Polisi akan terus melakukan pengembangan kasus, termasuk berdasarkan keterangan dari korban lain yang mungkin selamat.
 
"Itu (asal miras oplosan) juga tentunya terus kami lakukan pengembangan. Tapi, sampel minuman yang ada di TKP yang penting sudah kami amankan terlebih dahulu. Sambil nanti kami naik ke warung atau kios yang menjual minuman tersebut," ucap La Ode.
 
Polisi kini tengah mendalami keterangan untuk menelusuri tempat para korban membeli minuman tersebut.
 
Kasus miras oplosan yang menewaskan banyak orang di Magelang ini bukan yang pertama kali terjadi. 
 
Kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya seringkali terungkap mengandung zat berbahaya seperti metanol, bahan kimia industri yang mematikan jika dikonsumsi.
 
Pihak berwajib mengimbau masyarakat untuk menjauhi konsumsi miras oplosan yang dapat mengancam nyawa.***
 
 
 
Editor : Donny Tabelak
#magelang #metanol #miras oplosan