Radarbadung.jawapos.com- Kasus pencabulan dalam lingkungan keluarga kembali terkuak.
Seorang ayah kandung berinisial FR,40, warga Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Gresik atas dugaan pencabulan terhadap putri kandungnya inisial NL, yang dilakukan selama kurang lebih empat tahun.
Aksi bejat FR terhadap putrinya NL, diketahui telah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas IX SMP, yaitu sekitar awal Juli 2021, hingga Juli 2025.
Saat ini, korban NL diketahui sudah berusia 18 tahun dan mengalami trauma berat akibat perbuatan ayahnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, modus yang digunakan pelaku adalah dengan ancaman dan iming-iming. Pelaku mengancam korban tidak akan membiayai sekolah jika menolak ajakan pelaku.
"Modusnya pelaku ini mengancam korban. Jika menolak, pelaku tidak akan membiayai sekolah korban," Ucap AKBP Rovan Richard Mehenu.
Lebih lanjut, AKBP Rovan menjelaskan bahwa korban tinggal bersama pelaku sejak kelas 3 SMP, dan biaya kebutuhan serta sekolah korban ditanggung oleh pelaku.
Hal ini membuat korban merasa tidak berdaya dan takut untuk melawan atau melapor.
"Karena masih sekolah, korban tidak berani melawan pelaku. Karena takut tidak dibiayai sekolah," Ucapnya.
Selain ancaman, pelaku juga sempat menjanjikan akan membelikan sepeda motor kepada korban untuk kendaraan sekolah, yang ternyata hanya digunakan untuk mengelabui korban agar mau menuruti nafsunya.
Perbuatan keji sang ayah ini baru terbongkar setelah korban lulus SMA dan memberanikan diri untuk bercerita kepada ibu kandungnya, yang telah lama bercerai dengan pelaku.
Saat ini, pelaku FR,40, telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak Polres Gresik juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemulihan korban.
"Saat ini Polres Gresik bersama instansi terkait terus melakukan pendampingan terhadap korban," ucap AKBP Rovan Richard Mehenu.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan pentingnya perlindungan anak dan pengawasan dalam keluarga, terutama bagi anak-anak yang berada dalam kondisi rentan dan mengalami tekanan.***
Editor : Donny Tabelak