Potensi Hujan Disertai Petir, BMKG Malikussaleh Imbau Warga Dataran Tinggi Gayo Tetap Waspada
Rizki Maulizar• Senin, 17 November 2025 | 14:04 WIB
Ilustrasi petir. BMKG Malikussaleh ingatkan warga Dataran Tinggi Gayo tetap waspada.
Radarbadung.jawapos.com- BMKG wilayah kerja yang mencakup Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah Gayo Lues diperkirakan beberapa hari ke depan kondisi langit mulai berawan secara bertahap akibat meningkatnya kelembapan udara sejak siang hari.
Pada sore hingga malam, penambahan tutupan awan semakin terasa. Suhu udara berada pada kisaran 29–31°C, Minggu (16/11/2025)
Dengan kecepatan angin 8–18 km/jam, membawa massa udara lembap yang meningkatkan peluang terjadinya hujan.
BMKG memberi perhatian khusus untuk wilayah dataran tinggi, seperti Bener Meriah dan Aceh Utara bagian tengah, karena wilayah ini lebih cepat mengalami perkembangan awan tebal dan berpotensi hujan disertai petir.
Untuk kondisi maritim, wilayah pesisir dari Lhokseumawe hingga Aceh Timur masih terpantau aman dengan tinggi gelombang 0,1–0,4 meter.
Sementara itu, di area perairan sekitar 20 km lepas pantai, gelombang berada pada kisaran 0,5–0,7 meter, yang tergolong rendah dan aman untuk aktivitas pelayaran maupun nelayan.
Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Prakirawan BMKG Malikussaleh, Kharendra Muis mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terutama saat hujan disertai petir.
“Jika suara petir mulai terdengar, segera cari perlindungan di bangunan permanen yang kokoh. Hindari pohon besar atau baliho karena sangat berbahaya saat kondisi berpetir,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa wilayah yang terbuka dan berada di elevasi tinggi memiliki risiko lebih besar terhadap sambaran petir.
Kharendra juga memberikan imbauan khusus kepada warga yang bermukim atau beraktivitas di dataran tinggi.
“Daerah tinggi lebih cepat mengalami pembentukan awan pekat dan potensi hujannya lebih besar.
Mohon tingkatkan kewaspadaan dan selalu pantau informasi resmi BMKG,” tutupnya.***
Selain resmi diluncurkan, label IGRS juga resmi berubah dari prototipe sebelumnya. (Dok. Komdigi) Editor : Donny Tabelak