Antrean Panjang BBM di Daerah Bencana, Nakes Minta Pemerintah Membuka Jalur Prioritas
Rizki Maulizar• Sabtu, 6 Desember 2025 | 13:35 WIB
Ns. Didi Suryadi, S.Kep Nakes di salah satu Rumah Sakit Kabupaten Bireuen. Mereka meminta jalur kususu BBM.
Radarbadung.jawapos.com- Musibah banjir dan longsor yang melanda hampir di seluruh wilayah Aceh berdampak masif terhadap aspek kehidupan masyarakat.
Salah satunya fenomena belakangan ini adalah antrian panjang BBM di semua SPBU di seluruh wilayah Aceh, Kamis (4/12/2024)
Antrian panjang dan waktu yang begitu lama akibat kelangkaan BBM ini sudah menghambat mobilitas tenaga kesehatan (nakes) untuk bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Salah seorang Nakes, Ns. Didi Suryadi, S.Kep yang sangat dikenal di kalangan nakes Bireuen dengan panggilan Didi Noah menyoroti persoalan tersebut disampaikan kepada media ini pada Kamis, 4 Desember 2025.
Menurut Didi Noah, terpantau di sejumlah daerah yang terisolasi banjir, banyak Nakes kesulitan mencapai fasilitas kesehatan, melakukan kunjungan ke pelayanan kesehatan, dimana banyak warga membutuhkan penanganan gawat darurat baik di pengungsian maupun fasilitas kesehatan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan lumpuhnya pelayanan kesehatan karena ketiadaan tenaga kesehatan.
Berdasarkan informasi dari beberapa instansi layanan kesehatan baik milik pemerintah ataupun swasta bahwa pihak manajemen harus melakukan penyesuaian shift dan jumlah nakes karena banyak nakes tidak bisa hadir karena susahnya mendapatkan BBM.
"Kami nakes siap selalu menjadi garda terdepan dalam kondisi apapun, baik kondisi konflik senjata, wabah dan juga bencana, kami tetap berusaha melayani semaksimal mungkin, tapi tanpa pasokan BBM yang lancar, kami kesulitan bergerak cepat, apalagi untuk pasien-pasien yang membutuhkan pertolongan emergensi," ujar Didi Noah.
Para Nakes meminta pemerintah daerah maupun pusat untuk membuka jalur prioritas atau kuota BBM khusus, terutama untuk kendaraan tenaga kesehatan, dan armada medis seperti ambulans dan kendaraan petugas darurat bencana lapangan.
Langkah ini dinilai sangat penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan respons kedaruratan tetap berjalan optimal.
"Kita berharap Pemerintah Daerah melalui BPBD, Dinas Kesehatan, dan Rumah Sakit Umum setempat diharapkan dapat segera berkoordinasi dengan pihak SPBU atau Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM bagi tenaga kesehatan, terutama selama masa tanggap darurat banjir," harapnya.
Dengan adanya dukungan pemerintah terkait kebutuhan energi ini, para Nakes berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana.***