Menarik, Serangan Jadi Desa Hidrogen Hijau, Beragam Inovasi Tercipta untuk Masyarakat Pesisir
Marsellus Nabunome Pampur• Selasa, 9 Desember 2025 | 02:05 WIB
HHO Generator untuk Perahu Nelayan di Pulau Serangan, Bali.
Radarbadung.jawapos.com- Sebuah project desa hidrogen hijau dibuat di Serangan, Denpasar Selatan.
Dalam project ini, sejumlah inovasi dihasilkan dengan menggunakan energi hidrogen. Misalnya HHO Generator untuk Perahu Nelayan.
Proyek ini menguji dengan menyuntikkan campuran gas hidrogen-oksigen ke dalam proses pembakaran, konsumsi bahan bakar dapat berkurang hingga persen dan menurunkan emisi sembari tetap menggunakan mesin yang sudah dipercaya para nelayan.
Inisiatif ini menunjukkan cara yang terjangkau dan berbasis kebutuhan nelayan untuk menuju kegiatan melaut yang lebih bersih dan efisien.
Lalu ada pula H₂MINI, yang merupakan stasiun pengisian daya DC bertenaga hidrogen.
Stasiun pengisian DC bertenaga hidrogen menggali konsep stasiun pengisian daya serbaguna untuk e-bike dan peralatan rumah DC skala kecil bagi komunitas pulau dan pesisir.
Ide ini berawal dari pengamatan terhadap anak-anak di Serangan yang mengandalkan sepeda listrik untuk mobilitas sehari-hari.
Inovasi yang dipamerkan di Banjar Tengah, Serangan, Denpasar Selatan ini diinisiasi oleh CAST Foundation bersama Meaningful Design Group (MDG) dan Fab Lab Bali dengan menyebutnya sebagai Desa Utak Atik.
Pameran Desa Utak Atik ini juga menampilkan beragam teknologi inovasi lainnya yang melibatkan energi hidrogen hijau.
Wan Zaleha Radzi, selaku Founding Partner CAST Foundation mengatakan, proyek ini menghadirkan model pembangunan alternatif yang memadukan teknologi bersih, kearifan lokal, dan pemberdayaan masyarakat untuk menjawab tantangan pembangunan dan transisi energi di Indonesia.
Desa hidrogen hijau dikembangkan sebagai pendekatan bottom-up, yang menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama inovasi-bukan sekadar penerima teknologi.
”Model ini. dirancang untuk memantik nalar kritis masyarakat tentang pola hidup berkelanjutan, menjaga ekosistem pesisir, serta memastikan teknologi maju dapat diterapkan sesuai konteks sosial dan budaya lokal," katanya Senin (8/12).
Sebagai bagian dari program desa hidrogen hijau, tim mendirikan Kios Utak Atik, sebuah ruang bersama yang permanen di Desa Serangan untuk belajar dan bereksperimen dengan teknologi.
Anak-anak dan remaja Serangan dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan seperti perakitan, perbaikan perangkat, dan pengenalan teknologi energi bersih.
”Lokakarya yang kami lakukan bertujuan menumbuhkan daya pikir kritis generasi muda Serangan agar mereka akrab dengan teknologi dan dapat menjadi pelaku utama masa depan berkelanjutan di daerahnya," sebutnya.
Lanjut dia, proyek desa hidrogen hijau dikembangkan di Desa Serangan, yang dipilih karena kesesuaiannya dengan kondisi lingkungan Bali, khususnya wilayah pesisir.
Desa Hidrogen Hijau melibatkan kelompok peneliti dan inovator lokal dan internasional yang berasal dari latar belakang keahlian yang berbeda seperti desain, fabrikasi digital, teknik, biologi, serta ahli dalam pengembangan proyek dan program taraf internasional.
Inisiatif yang diusung oleh CAST Foundation, Meaningful Design Group dan Fab Lab Bali ini sebagai bagian dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih (Koalisi Bali ENB) 2045 yang di dalamnya terdapat anggota lain yaitu World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute for Essential Services Reform (IESR), New Energy Nexus (NEX) Indonesia, dan Azura Indonesia, serta didukung penuh oleh ViriyaENB.
Pada kesempatan yang sama, Ilham Habibie selaku Founding Partner CAST Foundation dan Meaningful Design Group menyebut, di pameran Desa Utak Atik ini semua orang bisa melihat inovasi terbuka yang melibatkan masyarakat, inovasi rendah biaya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
”Demokratisasi teknologi membuka dan memberikan kesempatan kepada semua orang untuk berinovasi. Masyarakat Indonesia itu mampu dan bisa bersaing dalam bidang inovasi dan teknologi, asalkan diberi kesempatan, diberi arahan, dan dibangun kepercayaan dirinya," tandas putra dari Presiden Habibie ini.***