PLN Targetkan Pemulihan Kelistrikan di Aceh Sampai Hari Minggu
Rizki Maulizar• Rabu, 10 Desember 2025 | 13:48 WIB
Suasana di depan Kantor Bupati Aceh Tengah saat mati lampu.
Radarbadung.jawapos.com- Direktur PT PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa terjadi kegagalan sinkronisasi kelistrikan di Aceh, sehingga seluruh wilayah Aceh terisolasi dari jaringan sistem kelistrikan Sumatera.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers secara daring bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Selasa (9/12/2025) siang.
Darmawansa menjelaskan bahwa proses penormalan membutuhkan waktu, karena adanya ketidakstabilan saat mencoba sinkronisasi kelistrikan di Arun-Bireuen-Banda Aceh.
Menurut Darmawansa, pada Senin siang (8/12/2025) PLN telah mencoba mengalirkan listrik dari pembangkit di Arun menuju Banda Aceh.
Hasilnya, sinkronisasi dari Arun ke Bireuen berjalan dengan lancar, begitu pula dari Bireuen ke Sigli.
Namun, saat aliran listrik mencapai Sigli, sistem mengalami ketidakstabilan sehingga pembangkit sempat padam pada malam harinya.
“Tetapi kami mengakui begitu sampai ke Sigli terjadi ketidakstabilan sistem kelisikan dari Arun ke Sigli. Sehingga pembangkit tadi malam sempat padam,” jelasnya.
Darmawansa menambahkan, masalah lain muncul akibat terputusnya transmisi dari Langsa ke Pangkalan Brandan, yang menyebabkan sistem kelistrikan Aceh
terisolasi dari jaringan Sumatera.
“Transmisi dari Langsa ke Pangkalan Bandan juga terputus, maka sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari jaringan Sumatera, dari Sumatera Selatan sampai ke Aceh. Itu masih terisolasi,” ungkapnya.
PLN menargetkan pemulihan kelistrikan di Aceh sampai hari Minggu (14/12/2025), sehingga pasokan menuju Banda Aceh juga bisa kembali stabil pada waktu yang sama.
“Dan ini membutuhkan waktu sampai hari Minggu, di mana kami akan segera memulihkan Banda Aceh sampai hari Minggu nanti,” ujarnya.
Sebagai langkah darurat selama lima hari masa pemulihan, PLN berupaya mendatangkan sejumlah genset dan pembangkit tambahan untuk mengurangi beban pemadaman bergilir yang saat ini mencapai sekitar 42 MW di Banda Aceh.***