Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Duh, Kawasan Laut Bali Hadapi Ancaman Besar, Enam Negara Bahas Isunya di Bali

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 11 Desember 2025 | 16:05 WIB
Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry membahasa ancaman besar laut di Bali.
Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry membahasa ancaman besar laut di Bali.
 
Radarbadung.jawapos.com- Kondisi laut Bali dan Indonesia umumnya saat ini sedang menghadapi tantangan besar.
 
Mulai dari ilegal fishing hingga kerusakan coral atau terumbu karang yang disebabkan oleh pemanasan global.
 
Hal ini pun dibahas oleh enam negara Coral Triangle yakni Indonesia selaku National Coordinating Committee (NCC), Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. 
 
Pembahasan itu dilakukan dalam agenda Senior Officials Meeting ke-20 (SOM-20) Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF) di Legian, Kuta, Badung pada Rabu (10/12). 
 
Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry mengatakan isu ini sejatinya sudah dibahas sejak bertahun-tahun lalu.
 
Dimana upaya menjaga coral dan keanekaragaman hayati di laut menjadi tantangan besar bagi negara-negara maritim, terutama yang berada di kawasan segitiga karang seperti keenam negara ini.
 
Baca Juga: 20 WNA Diduga Bikin Konten Porno di Pererenan Badung, Polres Badung Buka Suara
 
”Kita berada di kawasan segitiga karang. Kita dihadapi dengan tantangan yang banyak, salah satunya perubahanan iklim. Karena kalau suhu meningkat, laut makin panas, bisa menjadi pemicu bencana. Laut kalau semakin panas juga bisa mempengaruhi tata iklim dunia," katanya kepada media dalam kesempatan itu.
 
Lanjut dia, kawasan penting seperti segitiga karang yang berada di dalam pengawasan enam negara Coral Triangle Initiative (CTI). 
 
”Bagaimana mitigasi perubahan iklim dan mempertahankan keanekaragaman hayati kita tetap bertahan. Kawasan penting ini harus sama dijaga," ujarnya.
 
Dikatakan, kondisi laut indoensia saat ini juga menghadapi persoalan lain, termasuk ilegal fishing.
 
" Dimana masih banyak pihak luar maupun nelayan kita sendiri yang masih melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang tak benar. Seperti pukat harimau, hingga bom ikan yang berpotensi merusak ekosistem," sambungnya.
 
”Kita memang menghadapi tantangan. Kawasan segi tiga karang yang merepresentasikan keanekaragaman hayati laut di dunia terpusat di daerah tersebut," tambahnya.
 
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Ching Thoo Kim selaku delegasi dari Malaysia berpelandangan bahwa dalam menghadapi isu perubahan iklim, semua pihak terutama negara anggota CTI harus bahu membahu.
 
”Dalam menangani isu perubahan iklim, kita menggabungkan para pakar dari enam negara ini. Kami melihat bahwa banyak tindakan yang perlu diambil," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#menteri kkp #malaysia #terumbu karang #ilegal fishing #laut