Parah! Saat Aceh Alami Bencana, Biaya Angkut Barang Bantuan di Jembatan Putus Bireuen Capai Rp 1,4 Juta
Rizki Maulizar• Jumat, 12 Desember 2025 | 23:42 WIB
Masyarakat di kawasan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Aceh saat menunggu menyeberang mengunakan bot.
Radarbadung.jawapos.com- Sejumlah relawan bencana banjir dan longsor di Aceh mengeluhkan mahalnya biaya penyeberangan di kawasan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.
Biaya pengangkutan barang bantuan mencapai lebih dari satu juta rupiah untuk satu kali proses penyeberangan. Keluhan ini mereka sampaikan kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).
Para relawan menyebut tarif yang dipatok oleh para harlan dan pemilik boat sangat tidak masuk akal, bahkan jauh lebih mahal dari nilai bantuan yang mereka bawa.
Salah seorang relawan, Surya Darma,22, menjelaskan bahwa dirinya membawa bantuan berupa mie instan, beras, serta pakaian untuk para pengungsi di Geurugok Bireuen dan Aceh Utara.
Ia menempuh perjalanan dari Banda Aceh menggunakan mobil pick-up dan baru mengetahui besarnya biaya saat tiba di Kuta Blang, lokasi di mana jembatan utama telah roboh sehingga penyeberangan hanya dapat dilakukan dengan boat.
Surya mengungkapkan bahwa relawan tidak diizinkan mengangkat barang sendiri ke boat dan wajib menggunakan jasa harlan.
“Biaya harlan di sisi kanan jembatan Rp600 ribu, ongkos boat Rp400 ribu, dan harlan sisi kiri Rp300 ribu. Totalnya Rp1,4 juta. Padahal jaraknya hanya sekitar 150 meter,” keluhnya.
Relawan lainnya, Nurul Fajri juga merasa keberatan. “Kami datang membawa bantuan atas nama kemanusiaan, tidak ada anggaran untuk biaya sebesar itu. Ini benar-benar mencekik,” kesalnya.
Ia menyayangkan praktik seperti ini terjadi di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah.
Para relawan berharap pemerintah segera turun tangan dan menertibkan biaya penyeberangan agar tidak membebani pihak yang mengantar bantuan maupun warga terdampak.***