Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Viralkan Musibah di Aceh, Video Relawan Mendadak Hilang

Rizki Maulizar • Minggu, 21 Desember 2025 | 14:49 WIB
Video relawan pemuda Gayo jalan kaki dari Kabupaten Bireuen ke Aceh Tengah dengan melewati medan jalan yang sangat parah saat dilalui.
Video relawan pemuda Gayo jalan kaki dari Kabupaten Bireuen ke Aceh Tengah dengan melewati medan jalan yang sangat parah saat dilalui.
 
Radarbadung.jawapos.com- Di tengah upaya penyampaian informasi vital mengenai dampak banjir yang melanda Aceh khususnya di daratan Gayo, muncul dugaan bahwa suara-suara relawan justru diredam agar tidak menyebar luas. 
 
Sejumlah akun media sosial yang aktif mempublikasikan kondisi banjir dan daerah terisolir di wilayah tengah Aceh diduga mengalami pembatasan jangkauan atau shadowban.
 
Dugaan ini disampaikan oleh relawan pemuda Gayo, Satria Darmawani. Ia menjelaskan bahwa menyusul penurunan interaksi yang signifikan pada akun-akun tersebut, setelah beberapa unggahan kondisi lapangan sempat viral.
 
Satria menjelaskan bahwa penurunan jumlah tayangan, komentar, dan like mulai dirasakan sejak hari kelima bencana.
 
Padahal, sejak hari pertama, para relawan secara konsisten mempublikasikan kondisi lapangan.
 
"Awalnya kami sempat viral, lalu jumlah like-nya menurun drastis, komentar juga. Kami curiga ada shadowban, tapi tidak tahu siapa otoritasnya," kata Satria.
 
Baca Juga: Lapor Pak! Dua Maling Pratima di 10 Pura di Bali Berhasil Dibekuk di Jember
 
Beberapa akun lokal di Gayo ini yang diduga terdampak yang sama dengan Kanal Istagram Indozone, salah satu media Nasional menjadi pertanyaan kenapa video relawan pemuda Gayo yang di liputat oleh Tim Indozone.id dari wilayah daratan Gayo menghilang di kanal istagram tersebut, pun beberapa akun lain dengan jumlah pengikut yang cukup besar.
 
" Wilayah tengah itu terisolir, tidak ada jaringan internet, listrik mati. Walaupun sulit, kami coba untuk menginformasikan dengan cepat kondisi lapangan yang sebenar-benarnya, karena kondisinya sangat menyedihkan, masyarakat butuh bantuan segera," ujarnya.
 
Relawan telah meminta bantuan udara sejak hari kedua karena menyadari pemulihan akses darat akan memakan waktu lama. Namun, bantuan yang masuk dinilai belum memadai.
 
"Kami sudah kirim titik koordinat dan data lapangan sejak awal. Di hari kelima helikopter datang cuma bawa starlink dua, minyak dua jerigen, genset lima," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#longsor #Gayo #Shadowban #banjir aceh #Bencana Aceh