Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

WOW! Jumlah Kendaraan Listrik di Bali Terus Meningkat, Ini Penjelasan Gubernur

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 26 Januari 2026 | 20:10 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat mencoba motor listrik di Jayasabha, Denpasar.
Gubernur Bali Wayan Koster saat mencoba motor listrik di Jayasabha, Denpasar.
 
Radarbadung.jawapos.com -Penggunaan kendaraan listrik masih menjadi salah satu prioritas yang terus didorong oleh pemerintah provinsi Bali.
 
Hal ini guna mendukung transisi energi bersih serta menjadikan Bali pelopor ekonomi hijau, guna mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
 
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster sendiri telah menggelar rapat terkait percepatan penggunaan kendaraan listrik bersama Direktur Retail dan Niaga PT. PLN (Persero) Adi Priyanto di Jayasabha, Denpasar pada Sabtu (24/1).
 
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster kembali menekankan bahwa penggunaan kendaraan listrik jauh lebih efisien, hemat energi, tidak berisik, dan bebas asap, yang sejalan dengan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".
 
 
Dimana bertujuan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia Sekala-Niskala.
 
”Sebenarnya rencana ini sudah sejak lama ingin dilaksanakan, namun terkendala covid-19. Saat ini ekonomi masyarakat sudah membaik sehingga program kendaraan listrik bisa dilaksanakan," katanya.
 
Lanjut dia, bahwa Bali ditargetkan menjadi pionir industri kendaraan listrik.
 
Sehingga dia mendorong pegawai pemerintah hingga masyarakat umum untuk beralih ke kendaraan berbasis baterai.
 
”Ini bisa kita gerakkan dan dorong. Bisa kita mulai dari zonasi kendaraan listrik awal di Ubud, Sanur, Kuta, Nusa Dua dan Nusa Penida. Nusa Penida itu akan dibuat sebagai green island. Bupati Klungkung sudah siap dan mendukung rencana kebijakan ini,” terangnya.
 
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PT. PLN (Persero) Adi Priyanto menjelaskan, kendaraan listrik menawarkan berbagai manfaat signifikan bagi pengguna, utamanya penghematan biaya operasional harian karena biaya pengisian daya (listrik) lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil dan perawatan mesin yang lebih sederhana.
 
Pengguna juga menikmati pengalaman berkendara yang senyap, akselerasi instan, bebas emisi.
 
Pihak PLN pun memastikan suplai listrik yang reliable dalam mendukung berbagai aktivitas industri, bisnis, dan rumah tangga dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing guna mendorong perekonomian bangsa.
 
Perencanaan infrakstruktur kendaraan Listrik telah dimasukkan kedalam RUPTL dan RJPP PLN.
 
”PLN mempermudah pengguna EV melalui berbagai layanan di PLN Mobile dengan fitur Trip Planner untuk mencari lokasi SPKLU, fitur AntreEV untuk pemesanan antrean secara transparan sehingga pengisian lebih terencana dan nyaman, serta menyediakan Hotline Layanan SPKLU 24/7 guna mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik,” jelasnya.
 
Dia mengungkapkan lebih jauh, jumlah mobil listrik, rata-rata tumbuh 2,5 kali tiap tahunnya dalam 3 tahun terakhir, dimana hingga tahun 2025 jumlahnya mencapai 175 ribu unit.
 
Hal ini didrong oleh berbagai insentif dari Pemerintah baik kepada produsen maupun pengguna kendaraan listrik serta semakin banyaknya variasi brand dan harga yang semakin kompetitif mengakibatkan trend positif dalam adopsi penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat.
 
”Konsumsi energi kendaraan listrik di Provinsi Bali didominasi oleh Home Charger sebesar 55 persen (2,24 GWh), sedangkan SPKLU menyumbang 45 persen (1,82 GWh). Pola ini menunjukkan Home Charger menjadi pilihan utama untuk kebutuhan harian, sementara SPKLU berperan strategis dalam mendukung mobilitas dan pariwisata. Keseimbangan pengembangan keduanya menjadi kunci keberlanjutan ekosistem EV di Bali,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #wayan koster #pln #motor listrik #Pemprov Bali #kendaraan listrik #pariwisata