Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Tak Cuma Beri Pekerjaan, Menaker Minta Perusahaan Bantu Pekerja Berkembang

Donny Tabelak • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:58 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli.

Radarbadung.jawapos.com– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan bahwa perusahaan tidak cukup hanya menyediakan kesempatan kerja, melainkan juga harus membuka ruang agar pekerja dapat terus mengembangkan diri dan kariernya.

Menurutnya, pekerja tidak boleh bertahun-tahun berada di posisi yang sama tanpa kesempatan belajar, meningkatkan kemampuan, dan menyiapkan diri menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Menaker menekankan bahwa pengembangan pekerja merupakan bagian penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan.

Selain sebagai bentuk kepedulian, hal ini juga menjadi strategi jangka panjang bagi perusahaan.

Pekerja yang diberi kesempatan untuk tumbuh akan memiliki keterikatan yang lebih kuat dengan perusahaan, sekaligus meningkatkan ketahanan perusahaan di tengah perubahan.

"Ini harus kita pahami sebagai sebuah strategi. Ketika kita memampukan dan memberdayakan pekerja, itu akan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi perusahaan," ujar Yassierli. 

Ia menjelaskan, pekerja yang merasa didukung tidak hanya menjalankan tugas sebagai kewajiban semata, melainkan juga memiliki semangat kerja, rasa memiliki, dan keinginan untuk berkontribusi lebih banyak.

Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat pekerja merasa perannya memiliki makna.

"Memberdayakan pekerja artinya membuat pekerjaan mereka menjadi meaningful. Mereka memiliki engagement dan semangat yang bahkan bisa melampaui sekadar menjalankan tugas sehari-hari," katanya.

Selain itu, Yassierli menilai nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah perlu terus dihidupkan dalam hubungan antara pekerja dan perusahaan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang menjadi modal penting Indonesia dalam menghadapi dinamika hubungan industrial ke depan.

"Ada yang hilang dari DNA kita. Kita adalah bangsa yang punya semangat gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah. Menurut saya, DNA ini harus kita bangkitkan kembali," tuturnya.

Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, Yassierli mengaku prihatin melihat masih ada pekerja yang telah mengabdi selama 10 hingga 20 tahun tetapi tidak mengalami perkembangan apapun.

Menurutnya, keadaan semacam itu tidak boleh dianggap biasa, karena setiap orang memiliki potensi yang perlu dibantu untuk tumbuh.

"Yang membuat saya sedih adalah ketika ada orang bekerja puluhan tahun di perusahaan tetapi tidak berkembang. Padahal manusia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang," ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa tugas perusahaan bukan hanya memberi pekerjaan, tetapi juga membantu pekerja mengenali potensi terbaiknya, memperluas keterampilan, dan membuka kesempatan untuk maju.

"Siapa pun punya potensi untuk berkembang. Tugas kita adalah membantu menemukan dan mengoptimalkan potensi itu," kata Yassierli.

Sebagai contoh, ia bahkan mendorong pekerja di berbagai posisi – mulai dari sopir, satpam, hingga orang bersih (OB) – untuk mempelajari hal baru, termasuk keterampilan komputer.

Langkah ini penting agar pekerja memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tidak selamanya terjebak pada posisi yang sama.

"Kita tidak ingin mereka selamanya hanya berada di posisi itu," ujarnya.

Lebih jauh, Yassierli mengingatkan bahwa dunia kerja ke depan akan dihadapkan pada tingkat ketidakpastian yang semakin tinggi.

Dalam situasi seperti itu, kemampuan beradaptasi (agility) menjadi kunci keberhasilan, baik bagi pekerja maupun perusahaan.

"Tantangan ke depan tidak mudah. Ketidakpastian sekarang sangat tinggi, sehingga agility menjadi kunci," katanya.

Ia berharap PT Jasa Marga dapat menjadi contoh perusahaan yang tidak hanya menjaga hubungan industrial tetap harmonis, tetapi juga sungguh-sungguh memanusiakan pekerja dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan.

"Saya berharap Jasa Marga bisa menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan contoh bagaimana perusahaan memanusiakan pekerja dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan ke depan," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#menaker #perusahaan #pekerja #pt jasa marga #kemnaker