Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Rupiah Melemah, Harga Bahan Baku Naik: Pelaku UMKM di Bali Terpaksa Sesuaikan Harga

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:03 WIB
Aktivitas di Pasar Badung. (Foto Marsellus Pampur)
Aktivitas di Pasar Badung. (Foto Marsellus Pampur)

Radarbadung.jawapos.com– Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menimbulkan dampak beruntun bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pulau Bali.

Kondisi ini diungkapkan oleh Vidya Prama Suganda, pelaku UMKM asal Kabupaten Buleleng.

Pria berusia 38 tahun itu menyatakan usahanya kini mulai merasakan tekanan akibat pergerakan nilai tukar tersebut. 

Dampak yang dirasakan tidak terbatas pada satu jenis kebutuhan saja.

“Sangat terasa dampaknya. Harga bahan baku sudah mulai naik,” ujarnya, Jumat (29/5).

Selain bahan baku untuk membuat olahan pangan kering yang menjadi andalan usahanya, harga plastik kemasan yang digunakan untuk mengemas produk juga ikut mengalami kenaikan.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut mencapai sekitar 30 persen.
 
“Bahan baku naik, plastik kemasan pun ikut naik,” tambahnya.
 
Menyusul kenaikan biaya tersebut, Suganda harus mencari jalan agar usahanya tetap berjalan dan tidak kehilangan pelanggan maupun mitra penyalur.

Langkah yang terpaksa diambil adalah menaikkan sedikit harga jual produknya, mengikuti kenaikan biaya produksi yang harus dikeluarkan.
 
“Karena biaya produksi terus meningkat, mau tidak mau saya harus menaikkan harga jual,” jelasnya.
 
Kondisi ini tentu membuat pelaku usaha di balik merek RY Kitchen Bali ini merasa cemas, apalagi saat ini daya beli masyarakat juga terlihat menurun.

Meski demikian, ia bersyukur belum mendapati penolakan dari para mitra penyalur.

“Syukurlah belum ada yang protes sejauh ini. Mereka sudah memahami situasi yang sedang terjadi,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#bali #pasar badung #umkm #harga bahan pokok