Pertamina Pastikan SPBU Bali Kembali Normal, Sebelumnya BBM Langka hingga Antrean Kendaraan Mengular

Donny Tabelak • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:38 WIB
Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kuta Selatan, Badung, mulai menipis. Antrean kendaraan bermotor mengular.(Foto Adrian Suwanto)
Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kuta Selatan, Badung, bahkan seluruh Bali mulai menipis. Antrean kendaraan bermotor mengular.(Foto Adrian Suwanto) 

Radarbadung.jawapos.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali berjalan normal dan kondusif.

Kepastian tersebut disampaikan di tengah sorotan masyarakat menyusul gangguan pasokan BBM yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah Pulau Dewata.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi stok dan pelayanan di lapangan untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami memastikan pelayanan BBM di SPBU berjalan normal dan kondisi terus kami pantau. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kelancaran pelayanan BBM di seluruh wilayah Bali,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis yang dikirim ke wartawan radarbadung.id, Jumat (9/10).

Menurut Ahad, Pertamina terus mengoptimalkan langkah operasional untuk menjaga kelancaran distribusi BBM.

Evaluasi kebutuhan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan, termasuk penyesuaian pengaturan suplai secara berkala guna menjaga ketersediaan produk di SPBU.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Masyarakat diminta merujuk pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang terverifikasi.

Apabila menemukan kendala pelayanan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Klaim kondisi pelayanan yang kini normal tersebut menjadi perhatian setelah sebelumnya terjadi gangguan pasokan BBM di sejumlah wilayah Bali.

Dalam pemberitaan Radar Badung sebelumnya, stok BBM di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dilaporkan mulai menipis pada Rabu (7/10).

Bahkan, jatah pasokan BBM ke sejumlah SPBU disebut mengalami pengurangan sekitar 30 hingga 40 persen.

Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan sejumlah jenis BBM di SPBU.

Gangguan pasokan BBM di Bali sebelumnya juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi.

Pengamat ekonomi Bali dari Universitas Warmadewa, Dr. Putu Ayu Sita Laksmi, menilai situasi tersebut menjadi momentum bagi Bali untuk mengevaluasi ketergantungan energi, terutama yang berkaitan dengan tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.

Menurutnya, persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor transportasi, pariwisata, logistik, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, pemantauan stok dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga aktivitas ekonomi Bali tetap berjalan.

Masyarakat kini menantikan konsistensi pasokan di lapangan agar kondisi yang sebelumnya terjadi tidak kembali berulang.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
Pertamax langka pertamina spbu bbm langka Pertalite langka