Prabowo menegur seluruh kepala daerah di Bali mulai dari Gubernur Bali, Walikota hingga Bupati saat rapat koordinasi nasional (rakornas) pemerintah pusat dan daerah yang digelar di Bogor, Senin (2/2) kemarin.
Teguran itu terkait kondisi pantai di Bali yang kotor dan dipenuhi sampah, khususnya pada akhir tahun.
Prabowo mengungkapkan, saat melakukan lawatan ke luar negeri dan bertemu sejumlah tokoh di Korea, ia menerima kritik mengenai kondisi Bali.
Bahkan, ia menyebutkan kritik tersebut disampaikan secara langsung.
“Bali is not nice, Bali is so dirty now. Ini real, lho,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Menanggapi sorotan Presiden Prabowo Subianto tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan terima kasih atas perhatian khusus yang diberikan kepada Bali terkait persoalan sampah.
Menurut Koster, sampah yang mengotori di sejumlah pantai di Bali merupakan sampah kiriman yang datang secara musiman saat musim hujan, terutama pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari.
“Mengenai sampah di Pantai Kuta, itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan, khususnya akhir Desember, Januari, dan awal Februari,” jelas Koster.
Ia menjelaskan, saat hujan turun, arus laut yang besar membawa sampah kiriman dari luar daerah ke pesisir Bali.
Kejadiannya berlangsung cepat, sehingga tumpukan sampah bisa muncul dalam waktu singkat.
Meski demikian, pemerintah daerah, kata Koster, tidak tinggal diam dan langsung membersihkan.
“Kami langsung membersihkan. Hanya saja, untuk mobilisasi personel dan peralatan, dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam sampai pantai benar-benar bersih,” ujarnya.
Dengan adanya arahan dari Presiden, Koster memastikan akan segera mengumpulkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPBD, dan Kepala Dinas Pendidikan.
Upaya penanganan juga akan melibatkan TNI dan Polri.
“Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai. Begitu sampah datang, langsung bisa dibersihkan, tidak perlu menunggu dua atau tiga jam,” terangnya.
Terkait permintaan Presiden Prabowo agar anak-anak sekolah turut dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih pantai, Koster menegaskan siap menjalankan arahan tersebut.
Namun, ia menekankan perlunya kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
“Anak-anak sekolah bisa dilibatkan, tentu dengan menyiapkan alat pengangkut dan peralatan pembersihnya,” tandasnya.***