Menarik, WNA Prancis Ini Ciptakan Karya Seni dari Sampah yang Dikumpulkan dari Pantai di Bali
Marsellus Nabunome Pampur• Selasa, 19 Agustus 2025 | 16:05 WIB
Mickael Couturier bersama beberapa karyanya dalam sebuah event di Sanur, Denpasar Selatan.
Radarbadung.jawapos.com- Berangkat dari keresahannya melihat sampah-sampah yang berserakan di sejumlah kawasan pantai di Bali, WNA Prancis bernama Mickael Couturier menciptakan karya seni berbahan dasar sampah.
Hampir setiap harinya dia menyusuri sejumlah pantai yang ada di Bali, memungut setiap putongan sampah seperti sandal bekas, sepatu bekas hingga mainan anak-anak yang hanyut di pantai.
Sampah-sampah itu kemudian dikumpulkannya lalu dipotong dadu untuk sampah jenis sandal atau sepatu karet.
Potongan dadu itu lalu diraingkai menjadi karya seni mosaik dengan berbagai ukuran tertentu.
Dalam karyanya, Mickael menerjemahkannya dalam beragam bentuk. Seperti wajah anak-anak yang dijumpainya dalam perjalanannya di beberapa lokasi.
Ditemui dalam sebuah kesempatan di Sanur, Denpasar Selatan, pria yang sudah kurang lebih empat tahun berada di Bali ini menjelaskan, sebagian besar karyanya menggambarkan potret anak-anak dengan kondisi tertentu.
Salah satunya gambaran anak-anak yang tinggal di sekitar TPA Suwung, Denpasar Selatan.
Beberapa lukisan tersebut kemudian diberi beberapa judul, seperti Child Portrayed; Felud, 11 years.
Lalu ada juga karya menampilkan gambar anak kecil bernama Febry dan masih banyak lainnya. Menariknya lagi, hampir di setiap karyanya terdapat sebuah barcode.
Para penikmat karya seni bisa melakukan scan pada barcode tersebut. Lalu tautan dari barcode akan membawa kita pada sebuah visual yang menampilkan gambar seolah hidup yang menunjukan sosok anak yang ada di dalam karya tersebut.
”Karya saya terinspirasi dari anak-anak. Kami mengumpulkan sampah dari pantai seperti sandal, lalu merangkainya menjadi karya seni dalam bentuk mosaik," katanya.
Lanjut dia, karya-karya yang dihasilkannya itu dijual dan hasilnya akan digunakan untuk kegiatan sosial.
Mickael bersama sejumlah teman-temannya terlibat aktif dalam membatu anak-anak di pemukiman TPA Suwung.
”Kami memberikan pelantikan dan edukasi untuk mereka sekarang. Dan Terkait seni ini, kami menjual karya seni ini untuk bergerak membantu anak-anak ini," pungkasnya.***
Ikut Kontribusi Swasembada Gula Nasional, PG Ngadiredjo Beri Penghargaan kepada Karyawan di Upacara HUT Ke-80 RI Editor : Donny Tabelak