Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Heboh, Puluhan Napi Dikawal Ketat Saat Tampil Membawakan Tari Janger

Francelino Junior • Jumat, 22 Agustus 2025 | 00:05 WIB

Penampilan napi yang tergabung dalam Sekaa Griya Winaya Lapas Singaraja di Bulfest 2025. Penampilan mereka dikawal ketat petugas gabungan.
Penampilan napi yang tergabung dalam Sekaa Griya Winaya Lapas Singaraja di Bulfest 2025. Penampilan mereka dikawal ketat petugas gabungan.

Radarbadung.jawapos.com- Ada yang berbeda dalam penampilan di Buleleng Festival (Bulfest) 2025 pada Selasa (19/8)/2025 malam.

Sejumlah narapidana (napi) yang menjalankan masa pidana di Lapas Singaraja, diberi kesempatan tampil membawakan janger di Puri Kanginan Stage atau Zona C Bulfest.

Malam itu situasi sedikit berbeda, aparat Polres, Kodim, hingga Kejaksaan Buleleng berjaga di sekitar Lapas Singaraja. Bahkan ada yang bersenjata lengkap.

Padahal saat itu, riuh Bulfest baru saja dimulai. Hal ini sempat menimbulkan pertanyaan masyarakat.

Usut punya usut, napi Lapas Singaraja ”keluar kandang”. Mereka yang tergabung dalam Sekaa Griya Winaya Lapas Singaraja, tampil membawakan janger, genjek dan joget.

Mereka mendapatkan undangan dan porsi khusus, untuk menampilkan seni hasil latihan.

”Lapas Singaraja ambil peran dalam pesta rakyat, sekaligus membuktikan kalau warga binaan ini bisa memberikan kontribusi positif walaupun dengan posisi masih di dalam jeruji besi,” ujar Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Singaraja, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra.

Yang terlibat dalam pentas itu sebanyak 21 napi, terdiri dari enam orang perempuan dan 15 laki-laki, yang tampil kompak.

Penampilan mereka tidak sekedar saja, tetapi diiringi gamelan dengan kostum dan riasan yang digarap serius.

Penampilan tersebut berhasil memukau penonton yang memadati arena sekitar panggung.

Gusti Lanang mengungkapkan, 21 orang tersebut termasuk dalam 36 anggota Sekaa Griya Winaya Lapas Singaraja.

Mereka terbagi dalam seni tari, gamelan, dan kidung. Warga binaan yang memiliki keterampilan seni, menjadi pelatih bagi sesama napi. Terkadang, dilibatkan juga pelatih maupun sanggar seni dari luar.

”Ini bukti, tidak bisa menghalangi warga binaan untuk ikut melestarikan adat dan budaya seni Bali, walau menjalani masa tahanan. Karena ada yang sudah memiliki pengalaman, ada juga yang baru belajar di lapas,” lanjutnya.

Karena pementasan berada di luar rumah tahanan, maka persiapan matang dilakukan Lapas Singaraja.

Ini dilakukan agar para napi yang ikut pentas tidak kabur atau diculik. Disebutkan Kalapas Gusti Lanang, hampir 100 orang petugas gabungan diterjunkan.

Persiapan sebelum pentas dilakukan seluruhnya di dalam Lapas Singaraja, termasuk dengan pemakaian kostum dan rias.

Sepuluh menit sebelum tampil, baru sekaa ini berangkat menuju ke Puri Kanginan Stage.

Begitupun usai tampil, dengan pengawalan ketat di depan dan belakang, serta kiri dan kanan, mereka kembali pulang ke rumah tahanan dengan berjalan kaki.***

Editor : Donny Tabelak
#bulfest #tari janger #gamelan #lapas singaraja #narapidana