Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Bali Hidup dari Pariwisata, Semua Pihak Diminta Menahan Diri

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 1 September 2025 | 18:05 WIB
 
 
Aksi Demonstrasi di depan Mapolda Bali, Sabtu (30/8) lalu.
Aksi Demonstrasi di depan Mapolda Bali, Sabtu (30/8) lalu.
 
Radarbadung.jawapos.com- Aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Bali beberapa hari belakangan cukup membuat masyarakat resah.
 
Terutama aksi demonstrasi yang disertai dengan anarkisme, pengrusakan fasilitas umum dan lainnya.
 
Bali sendiri menjadi salah satu lokasi dengan aksi demonstrasi cukup chaos pada Sabtu lalu (30/8/2025).
 
Di media sosial, potongan video terkait aksi ini berseliweran. Terkait hal ini, pelaku pariwisata diminta untuk menahan diri dan menjaga kondusifitas. Apalagi Bali merupakan wajah Indonesia di mata pariwisata internasional.
 
Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati meminta semua pihak agar bisa menahan diri.
 
Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan pihak yang ingin merusak persatuan dan kesatuan.
 
”Mencermati kondisi dan dinamika masyarakat akhir - akhir ini, saya mohon dengan sangat, mari kita bersama-sama menjaga pulau Bali ini tanah yang selama ini telah memberikan kita kehidupan, kerukunan dan kedamaian, agar tidak terkoyak oleh kemarahan dan kebencian kita," katanya, Minggu kemarin (31/8/2025).
 
Di pihak lain, Ketua Asita Bali, Putu Winastra menuturkan bahwa Bali merupakan destinasi yang nyaman dikunjungi, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
 
Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk menahan diri tak melakukan aksi anarkis.
 
Pasalnya jika image Bali tercoreng, maka akan sulit untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan dunia untuk kembali berlibur ke Bali.
 
Tentunya, hal ini dapat merugikan pulau Bali dan masyarakat Bali sendiri. 
 
”Pariwisata sangat fragile. Sedikit ada gejolak mereka tidak akan datang," ujarnya. 
 
Sejauh ini, Winastra mengungkap bahwa aksi demonstrasi berujung anarkis yang terjadi di Denpasar, Sabtu (30/8) sejauh ini belum berdampak secara langsung ke sektor pariwisata.
 
Agen perjalanan wisata maupun wisatawan tetap ingin datang ke Bali meski telah ada travel warning dari beberapa pihak di luar negeri.***
Editor : Donny Tabelak
#PHRI Bali #demo #pariwisata #polda bali