Radarbadung.jawapos.com- Dalam rangka memperingati Tumpek Wariga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melakukan kegiatan penyucian alam, penanaman pohon, dan penuangan eco enzyme di Daerah Aliran Sungai (DAS) Banyumala, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng pada Sabtu (15/10).
Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, melibatkan forkopimda, SKPD, BUMD, pelajar, hingga komunitas peduli lingkungan.
Aktivitas ini diawali dengan upacara penyucian sebagaimana makna utama Tumpek Wariga, yaitu hari suci untuk menghaturkan rasa syukur kepada alam dan memohon keberkahan pada kelestarian tanaman.
Apalagi lokasi yang dipilih, merupakan satu-satunya sungai yang tetap memiliki aliran air sepanjang tahun. Bahkan disucikan oleh masyarakat.
Di sana, selain menjadi sumber mata air yang mengalir sepanjang tahun, kawasan ini juga sering digunakan masyarakat untuk melukat atau penyucian diri.
Baca Juga: Bahayakan Pengguna Jalan dan Merusak Infrastruktur, Sopir Truk Odol Akan Ditindak Tegas
Nilai ekologis dan spiritual tersebut menjadi dasar pemerintah daerah menekankan upaya pelestarian yang berkelanjutan.
”Hari ini kami melakukan penyucian tumbuhan dan alam. Ini bagian dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga keharmonisan lingkungan sebagai sumber kehidupan,” ujar Bupati Sutjidra.
Bersamaan dengan itu juga, dilakukan penanaman sekitar 200 pohon di bantaran sungai.
Dilanjutkan juga dengan penuangan eco enzyme ke aliran sungai, sebagai langkah pemulihan kualitas tanah dan air.
Sutjidra menyampaikan bahwa upaya ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan harus menjadi gerakan rutin yang melibatkan masyarakat. Karena sistem pelestarian ke depan juga akan berbasis desa adat.
Maka setiap desa adat yang wilayahnya dilalui aliran sungai, akan diberi tanggung jawab menjaga dan memelihara bagian sungai, sesuai wewidangan masing-masing.
Baca Juga: Bejat, Seorang Ayah di Tabanan Bali Tega Perkosa Dua Anak Kandungnya yang Masih di Bawah Umur
”Dimulai dari Banyuasri. Nanti di hulu ada Desa Adat Banjar Tegal, dan seterusnya. Bersama-sama menjaga dari hulu ke hilir,” jelas Sutjidra tegas.
Diungkapkannya, Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menyiapkan rencana penataan kawasan untuk mendukung ketahanan sumber air, termasuk bagi pertanian terpadu di Banyuasri.
Berkaitan dengan itu juga, Sutjidra menyampaikan kalau Pemkab Buleleng berkomitmen untuk melakukan kegiatan pembersihan alam secara berkala, dengan mengajak berbagai pihak mulai dari masyarakat hingga komunitas pecinta lingkungan. Utamanya pada momentum Tumpek Wariga.
”Momentum ini, tumpek wariga atau tumpek pengatag, dilakukan penyucian tanaman sehingga nanti tidak ditebang atau dirusak. Besok akan berlanjut serentak di semua desa,” tandasnya.***