Libatkan 8 Desa, Ida Cokorda Mengwi XIII Gelar Mepekelem Kerbau dan Segara Kertih di Pantai Seseh
Marsellus Nabunome Pampur• Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:28 WIB
Iring-iringan upacara Mepekelem Kerbau dan Segara Kertih di Pantai Seseh.
Radarbadung.jawapos.com- Dalam rangka Karya agung di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Pratima Ida Bethara turun kabeh melasti di Pantai Seseh, Kamis (30/10/2025) siang.
Prosesi ini merupakan upaya penyucian sebelum puncak karya berupa Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utama.
Di sela upacara melasti itu, Ida Cokorda Mengwi XIII, selaku Pangempon Pura Pucak Mangu menjelaskan bahwa, melasti tersebut melibatkan 8 desa adat pangempon Pura Pucak Mangu.
Sehingga simbol-simbol suci Ida Bethara yang diiring melasti berasal dari puluhan pura di wilayah delapan desa tersebut.
”Dilaksanakan di Segara Seseh ngaturang pakelem kerbau di Segara Seseh. Hari ini juga dilaksanakan segara kertih Jadi hari ini ada dua ritual sekaligus, melasti dan danu kertih mapekelem kerbau," terangnya di sela acara.
Dia melanjutkan, setelah ritual itu Ida Bethara kabeh akan distanakan (beristirahat) di Pura Taman Ayun selama satu malam.
Sebelum mencapai prosesi itu, Ida Bethara katuran ayaban di Pura Sada, Kapal. Dari sana nantinya "memargi" menuju Bringkit dan Jaba Pura Batur Waturenggong di batas selatan Desa Mengwi.
Setelahnya pengayah dari Deda Adat Mengwi mendak Ida Bethara untuk marerepan semalam di Pura Taman Ayun.
Lanjut Cokorda, setelah 1 November 2025 selanjutnya akan digelar upacara Danu Kertih di Ulun Danu Beratan, Tabanan.
Upacara ini juga akan menggunakan pakelem berupa kebo, kambing. Kemudian pada tanggal 4 November dilaksanakan upacara Wana Kertih di hutan seputar Pura Puncak Mangu. Hal ini bertujan untuk memohon kesejahteraan jagat.
”Agar masyarakat bisa hidup tentram kertha raharja. Tujuan yadnya itu kan pasti memohon keselamatan jagat dan seluruh isinya," terang Ida Cokorda.
Dia pungajak umat Hindu Bali di wawidangan Badung menjadikan upacara ini sebagai momentum refleksi diri agar kembali menyatu dengan alam.***
Anton Fase sudah pulih dari cedera angkel. Editor : Donny Tabelak