Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Upacara Wana Kertih di Badung, Lepas Beragam Jenis Burung dan Kijang ke Hutan

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 5 November 2025 | 22:39 WIB
Upacara Wana Kertih di Pura Pucak Mangu, Banjar Tinggan, Kabupaten Badung, Selasa (4/11) kemarin.
Upacara Wana Kertih di Pura Pucak Mangu, Banjar Tinggan, Kabupaten Badung, Selasa (4/11) kemarin.
 
 
Radarbadung.jawapos.com- Dalam rangka Karya agung di Pura Penataran Agung Pucak Mangu yang puncaknya berlangsung pada Rabu (5/11).
 
Upacara yang berlangsung di areal parkiran Pura Pucak Mangu, Banjar Tinggan, Kabupaten Badung ini digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap hutan dan alam dan seluruh isinya.
 
Sebelumnya, beberapa rangkaian telah digelar. Seperti Segara Kertih, Danu Kertih, hingga kini diadakan Wana Kertih.
 
Ida Cokorda Mengwi XIII sebagai Pengerajeg Karya Pujawali di Pura Penataran Agung Pucak Mangu Badung menjelaskan, upacara ini merupakan rangkaian dari karya agung, padudusan agung, tawur balik sumpah dan upacara lainnya. 
 
”Pelaksanaan upacara ini pada intinya adalah ngrastitiang jagat beserta isi alamnya. Tentunya agar umat memohon keselamatan, kerahajengan, dan kerahayuan," katanya Selasa (4/11) kemarin.
 
Baca Juga: Mayat Pria Lansia Mengapung di Perairan Padangbai Gegerkan Warga
 
Ida Cokorda Mengwi berpendapat, bahwa beberapa waktu belakangan, Bali dilanda beberapa peristiwa bencana yang cukup memilukan.
 
Berangkat dari sejumlah peristiwa itu, yang alam seharusnya menjadi rumah bagi semua mahluk hidup patut untuk dilestarikan.
 
”Fenomena alam ini kan sungguh memprihatinkan, seperti banjir yang ada di mana-mana. Kami secara spiritual melaksankaan upacara wana kertih ini," ujarnya.
 
Cokorda Mengwi pun mengajak umat Hindu untuk kembali ke filsafat Hindu, yakni Tri Hita Karana.
 
Dimana manusia sepatutnya menjaga hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis manusia dengan alam, dan hubungan harmonis manusia dengan manusia.
 
”Saya selaku Pengerajeg Karya, melaksanakan rangkaian ngrastitiang jagat ini, agar ke depannya umat Hindu secara sekala dan niskala menjaga hutan serta alam lingkungannya," sambungnya.
 
Baca Juga: Hujan Deras Seharian, Akses Jalan Kabupaten Tertutup Longsor
 
Sebagai bentuk penghormatan kepada hutan dan alam, dalam upacara Kertih ini juga dilakukan pelepasan liar sejumlah jenis burung dan juga kijang.
 
”Lewat pelespasliaran binatang kijang dan burung-burung bisa membantu menjaga ekosistem alam (Wana Kertih) di areal Pura Pucak Mangu," pungkasnya.
 
Upacara Wana Kertih ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Oka Watulumbang Manuaba (Griya Magelung Baha); Ida Pedanda Gede Giri Arimbawa Simpangan (Griya Simpangan Pelaga); Ida Pedanda Buddha Giri (Griya Gunung Sari Peliatan Ubud); dan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Pancering Bhuwana (Griya Pancer Bhuwana Jimbaran).***
Editor : Donny Tabelak
#Pura Pucak Mangu #alam #pura penataran agung #kijang #Ida Cokorda Mengwi XIII #burung