Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Jadi Tradisi dan Disukai Wisatawan, Makepung Jembrana Cup Jadi Penutup Kalender Makepung 2025

Muhammad Basir • Senin, 10 November 2025 | 20:04 WIB
Makepung Jembrana Cup yang digelar di Sirkuit All in One Jembrana, di Desa Pengembangan, Minggu (9/11) kemarin.
Makepung Jembrana Cup yang digelar di Sirkuit All in One Jembrana, di Desa Pengembangan, Minggu (9/11) kemarin.

Radarbadung.jawapos.com- Kalender Makepung tahun 2025 ditutup dengan Makepung Jembrana Cup yang digelar di Sirkuit All in One Jembrana, di Desa Pengembangan, Minggu (9/11).

Ratusan pasang kerbau adu cepat di sirkuit yang basah karena hujan deras sebelum pelaksanaan, sehingga terlihat seperti makepung lampit.

Koordinator Seka Makepung Jembrana I Made Mara mengatakan, dalam setahun ada 10 event yang masuk dalam kalender Makepung. Mulai yang diselenggarakan sejak, pemerintah kabupaten dan kepolisian.

Makepung Jembrana cup yang digelar kemarin, merupakan penutup dari makepung tanah kering. ”Kalau makepung darat, ini yang terakhir,” jelasnya.

Setelah makepung darat atau tanpa kering, akan disusul dengan makepung lampit.

Makepung Lampit hampir sama dengan makepung darat, hanya berbeda lokasi dan alat cikar yang digunakan.

Makepung lampit tradisi lomba, di mana sepasang kerbau menarik sebuah alat bajak tradisional yang disebut lampit, berlomba di lintasan sawah yang basah dan berlumpur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara mengatakan, pelaksanaan makepung yang rutin digelar setiap tahun sebanyak 10 event.

Ini sebagai upaya untuk pelestarian tradisi di Jembrana. Tradisi yang menjadi ciri khas Jembrana.

”Pelaksanaan lomba makepung ini sebagai pelestarian tradisi agar tidak punah,” jelasnya.

Selain itu, kalender pelaksanaan makepung yang rutin digelar, juga untuk menarik kunjungan wisatawan ke Jembrana.

Karena sebagai tradisi yang hanya ada di Jembrana, menjadi datanya tarik wisata.

Tidak sedikit wisatawan domestik dan luar negeri yang datang ke Jembrana hanya untuk melihat makepung.

Meskipun sudah banyak menarik kunjungan wisatawan untuk datang ke Jembrana melihat makepung, masih belum sesuai harapan.

”Kunjungan wisatawan untuk makepung sudah ada, tapi masih perlu ditingkatkan lagi dengan promosi,” terangnya.

Menurutnya, dari evaluasi yang dilakukan setiap pelaksanaan makepung, ada sejumlah kendala sehingga kunjungan wisatawan wisatawan terutama asing masih belum sesuai harapan.

Diantaranya mengenai waktu, makepung dimulai lagi sekitar pukul 07.00 wita. Sedangkan wisatawan pagi masih beraktivitas di hotel, sehingga waktu masih belum bisa sesuai. ”Waktu belum sesuai, ” imbuhnya.

Selain itu, penggunaan pecut berlaku juga masih jadi kontroversi. Tidak sedikit wisatawan menganggap sebagai penyiksaan hewan.

Meskipun sudah dijelaskan tujuan penggunaan pecut tajam, banyak yang masih belum menerima alasannya.

Dengan kendala tersebut, pihaknya akan merancang khusus makepung pertunjukan.

Dimana waktu disesuaikan dengan pihak hotel atau pengelola travel perjalanan, sehingga wisatawan bisa menikmati makepung.

Selain itu pecut yang akan digunakan bukan pecut tajam agar tida menimbulkan kontroversi bagi wisatawan. Misalnya menggunakan rotan atau alat lain yang dinilai lebih aman untuk hewan.

”Kalau perlu ada pelaksanaan khusus untuk pertunjukan saja, bisa kami laksanakan sehingga makepung lebih dikenal dunia,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#tradisi #makepung jembrana #wisatawan domestik