Kunjungan Kapal Pesiar ke Bali Meroket, Kepercayaan Operator Meningkat
Marsellus Nabunome Pampur• Sabtu, 6 Desember 2025 | 18:05 WIB
Kapal Genting Dream tiba pada 2 Desember 2025 lalu pukul 17.00 WITA, di Pelabuhan Benoa.
Radarbadung.jawapos.com- Dua kapal pesiar berukuran besar kembali bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar pada periode November dan awal Desember 2025.
Dua kapal yang melakukan maiden call atau kunjungan perdana ini mempertegas posisi Pelabuhan Benoa sebagai salah satu destinasi utama kapal pesiar internasional di kawasan Asia Pasifik.
Maiden call pertama berlangsung pada 24 November 2025 melalui kedatangan Discovery Princess, kapal pesiar dengan panjang 330 meter dan bobot mati 145.281 GT.
Kapal ini membawa 3.538 penumpang dan 1.350 awak kapal dalam pelayaran dari Vietnam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Darwin pada 25 November 2025 pukul 18.00 WITA.
”Selama berada di Pelabuhan Benoa, para penumpang kapal menikmati berbagai aktivitas wisata dan shore excursion yang berkontribusi pada peningkatan pergerakan wisatawan di Bali. Momentum penting lainnya terjadi hari ini dengan kedatangan Genting Dream yang resmi melakukan maiden call di Pelabuhan Benoa," kata General Manager Pelabuhan Benoa, Agung Mataram, Kamis (4/12).
Lanjut dia, Kapal pesiar berbendera Nassau ini memiliki panjang 330 meter dan bobot 150.695 GT.
Genting Dream tiba pada 2 Desember 2025 pukul 17.00 WITA. Kap ini membawa 4.115 penumpang dan 1.796 awak kapal dalam pelayaran dari Singapura, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Celukan Bawang dan bertolak pada Rabu (3/12) 2025 pukul 02.00 WITA.
Hingga 25 November 2025, Pelabuhan Benoa telah melayani 109.333 penumpang kapal pesiar dari total 54 call kapal, yang kini bertambah menjadi 55 call dengan kedatangan Genting Dream.
”Pada minggu pertama Desember, Pelabuhan Benoa dijadwalkan melayani lima kapal pesiar dengan jumlah penumpang mencapai 10.223 orang serta 4.364 kru," ujarnya.
Pencapaian ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dimana pada periode sebelumnya, jumlah penumpang dan kunjungan kapal tercatat lebih rendah.
”Peningkatan ini mencerminkan pulihnya kepercayaan operator kapal pesiar dunia terhadap Bali sekaligus menguatnya daya tarik pariwisata nasional," pungkasnya.***