Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Lontar Jaran Guyang Curi Perhatian, 12 Naskah Kuno Bali Sukses Diidentifikasi

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:02 WIB
Menjaga warisan sastra Bali, Penyuluh Bahasa Bali berhasil mengkonservasi dan mengidentifikasi sebanyak 12 cakep lontar.
Menjaga warisan sastra Bali, Penyuluh Bahasa Bali berhasil mengkonservasi dan mengidentifikasi sebanyak 12 cakep lontar.

Radarbadung.jawapos.com- Dalam rangka menjaga warisan sastra Bali, tim Penyuluh Bahasa Bali berhasil mengonservasi dan mengidentifikasi sebanyak 12 cakep lontar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Utsawa (Festival) Konservasi Lontar dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, yang digelar di kediaman Kadek Wijadana, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Sabtu lalu (14/2).

Acara diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali (Disbud).

Koordinator Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Kabupaten Buleleng, Putu Pertamayasa, menyampaikan bahwa lontar-lontar yang ditemukan tergolong jenis umum.

Koleksi pribadi tersebut merupakan warisan dari kakek Kadek Wijadana, yang menyampaikan pesan khusus agar kelestariannya tetap dijaga.

Beberapa lontar yang berhasil diidentifikasi antara lain Aji Sumedang, Dharma Usadha, Gaguritan Gagar Mayang, Kanda Pat Rare, Krakah Modre, Panerang Pangujanan, Pawacakan, Pawistren, Piwelas, Pralingga Bhatara Ring Sarira, Ramayana Maarti, serta Jaran Guyang.

Meskipun tergolong kategori umum, naskah Jaran Guyang diakui kerap memunculkan rasa penasaran di kalangan masyarakat.

"Kami menemukan jenis lontar yang tergolong umum, tidak ada yang spesifik (langka)," ujar Pertamayasa.

Kondisi dari 12 cakep lontar tersebut sebagian besar masih utuh, namun beberapa lembar dilaporkan telah hilang.

Sebelum dikonservasi oleh tim, perawatan dilakukan secara terbatas oleh pemiliknya, di mana lontar-lontar tersebut hanya dikeluarkan saat Hari Saraswati untuk diupacarai.

Penyuluh Bahasa Bali berkomitmen akan melakukan proses alih aksara terhadap naskah-naskah tersebut sebagai tindak lanjut.

"Kami berharap upaya konservasi dan identifikasi lontar milik masyarakat terus meluas, guna memperkuat pelestarian warisan sastra Bali," tandas Pertamayasa.***

Editor : Donny Tabelak
#sastra Bali #Disbud Bali #aksara #lontar #Bulan Bahasa Bali #jaran guyang