Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Mahasiswa Korea Selatan Tampil di PKB, Sajikan Teater Topeng Tradisional Bongsan Talchum

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:33 WIB
Mahasiswa Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, akan menampilkan teater topeng tradisional di Panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 pada Rabu (8/7) mendatang. (Istimewa)
Mahasiswa Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, akan menampilkan teater topeng tradisional di Panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 pada Rabu (8/7) mendatang. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Puluhan mahasiswa dari Seoul Institute of the Arts, Korea Selatan, akan tampil istimewa dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 pada Rabu (8/7).

Mereka membawakan pertunjukan seni tradisional bertajuk Bongsan Talchum, salah satu drama tari topeng paling bergengsi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Korea Selatan.

Kurator PKB, Prof. I Wayan Dibia, menjelaskan pertunjukan ini merupakan wujud kerja sama seni dan budaya antara kedua negara.

Bongsan Talchum sendiri memadukan unsur tarian, musik, dialog, dan improvisasi.

Selama berabad-abad, seni ini dikenal sebagai media kritik sosial yang dikemas lewat humor dan sindiran, sekaligus mencerminkan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam pementasan nanti, rombongan mahasiswa akan membawakan empat adegan utama.

Pertunjukan dibuka dengan Sasangjwa-chum atau Tari Empat Biksu sebagai bentuk permohonan berkah. 

Dilanjutkan dengan Nojang-chum, kisah tentang seorang biksu tua yang diuji godaan duniawi oleh sosok wanita muda bernama Somu.

Berikutnya adalah Chibari-chum yang menceritakan tokoh rakyat jelata yang akhirnya memenangkan hati Somu, melambangkan pembaruan dan lahirnya generasi baru.

Pementasan ditutup dengan Saja-chum dan Daedong-nori, tarian perayaan yang mengajak penonton ikut berpartisipasi sebagai simbol kebersamaan dan harmoni.

“Selain alur cerita yang sarat makna, Bongsan Talchum juga memikat lewat gerakan tari yang energik, iringan musik tradisional, serta topeng dengan karakter ekspresif. Perpaduan ini membuat pertunjukan terasa hidup dan mudah diterima lintas budaya,” ungkap Prof. Dibia.

Kehadiran tim dari Korea Selatan merupakan hasil kerja sama akademik dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Sebelumnya, Prof. Dibia juga diundang ke kampus Seoul Institute of the Arts di Ansan.

Sejak Mei 2026, ia telah memberikan pelatihan Tari Kecak kepada sekitar 40 mahasiswa sebagai persiapan kolaborasi ini.

Pementasan dijadwalkan berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali.

“Lewat pertukaran seni ini, PKB kembali menegaskan perannya sebagai panggung diplomasi budaya, mempertemukan tradisi berbeda dalam semangat saling menghargai dan mempererat persahabatan antarbangsa,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#pesta kesenian bali #Bongsan Talchum #seni tradisional #pkb #korea selatan