Lapor Pak! Pelajar SMK di Bali Diberi Pemahaman Soal Pajak
Marsellus Nabunome Pampur• Rabu, 27 Agustus 2025 | 01:05 WIB
Ilustrasi, Pajak.
Radarbadung.jawapos.com- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali menjalin kerjasama dengan sembilan sekolah SMK di Bali.
Kerjasama ini dilakukan guna memperluas pemahan perihal pajak di kalangan anak muda, khususnya pelajar.
Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan menjelaskan, pemahaman tentang pajak perlu dikenalkan sejak dini kepada masyarakat.
Apalagi anak muda merupakan generasi penerus bangsa yang kelak menentukan masa depan bangsa Indonesia.
Pada kegiatan Program Inklusi Kesadaran Pajak yang digelar di Denpasar, Senin (25/8), diikuti oleh perwakilan dari sembilan sekolah seperti SMK Saraswati 1 Denpasar, SMKN 1 Gianyar, SMKN 1 Tabanan, SMKN 2 Denpasar, SMKN 2 Tabanan, SMKS Wira Bhakti Denpasar, SMK TI Bali Global Jimbaran, SMK Teknologi Denpasar dan SMK Dwijendra Denpasar.
”Pemahaman tentang pajak perlu dikenalkan sejak dini kepada masyarakat. Masa depan bangsa Indonesia sesungguhnya ada di tangan anak-anak kita," kata Darmawan dalam kesempatan itu.
Darmawan menambahkan, apabila sejak dini siswa telah memiliki pemahaman bahwa pajak merupakan bagian dari gotong royong serta kewajiban sebagai warga negara, maka di masa depan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sadar, peduli, dan bertanggung jawab.
”Program ini dilakukan dengan menyisipkan nilai-nilai sederhana mengenai pentingnya pajak ke dalam pembelajaran sehari-hari. Misalnya, dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, pajak dapat dikaitkan dengan peran warga negara dalam membangun bangsa. Sementara itu, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, pajak dapat diangkat sebagai tema dalam latihan menulis, berdiskusi, atau berpidato mengenai kepedulian sosial,” terang Darmawan.
Pada kesempatan yang sama, Janita Sunarsasi, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Bali melaporkan bahwa pelaksanaan inklusi kesadaran pajak tingkat pendidikan menengah atas telah dimulai sejak tahun 2024.
”Tahun ini, program inklusi diperluas menjadi sembilan sekolah dengan mengandeng SMK Teknologi Denpasar dan SMK Dwijendra Denpasar sebagai mitra inklusi DJP," tandasnya.***
Aneka menu yang dijual di Mie Kopyok Mak Rom Editor : Donny Tabelak