Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Dari Pengabdian di Pertanian dan Pertukaran Akademis, Prof Dr Ir I Gede Putu Wirawan Dapat Bintang Jasa Jepang

Marsellus Nabunome Pampur • Jumat, 20 Maret 2026 | 11:34 WIB

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan (kiri) saat diberikan penghargaan oleh Konsul-Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi.
Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Prof. Ir. I Gede Putu Wirawan (kiri) saat diberikan penghargaan oleh Konsul-Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi.

Radarbadung.jawapos.com- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unair), Prof Dr Ir I Gede Putu Wirawan, menerima penghargaan Bintang Jasa Jepang "The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon" dari Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, di Kediamannya di Konsul Jenderal Jepang Renon, Denpasar Timur, Senin lalu (16/3).

Penghargaan ini diberikan pemerintah Jepang sebagai apresiasi atas kontribusi besarnya dalam pertukaran akademis bidang pertanian, khususnya pengembangan penelitian bioteknologi, dan upaya meningkatkan saling pengertian antara Jepang dan Indonesia.

Dalam sambutannya, Miyakawa Katsutoshi menyatakan merasa terhormat atas sumbangan Prof Wirawan selama bertahun-tahun dalam memperkuat kerja sama akademis antara kedua negara.

"Semoga prestasinya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan membangun hubungan persahabatan Jepang-Indonesia," ujarnya.

Prof Wirawan mengucapkan terima kasih kepada Sri Baginda Kaisar Jepang dan menekankan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi di bidang sains dan teknologi, khususnya inovasi berkelanjutan.

"Harapan saya, kerja sama ini dapat berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi generasi mendatang," katanya.

Alumnus Universitas Nagoya (Magister 1993, Doktor 1996) dan peneliti di Universitas Shinshu ini telah aktif melakukan riset kolaboratif dengan universitas dan perusahaan Jepang sejak 1999.

Penelitiannya meliputi penyakit kuning pada tanaman jeruk (CVPD) dan pengembangan Takino Filter untuk penghijauan serta pencegahan erosi, yang diuji coba di proyek infrastruktur Indonesia (2016-2018).

Ia juga memperluas jejaring dengan Universitas Nagoya, Yamaguchi, Hokkaido, dan Shinshu melalui riset bersama, pertukaran mahasiswa, dan kuliah umum.

Sebagai penggagas Pusat Studi Jepang Unair (1999) dan pemimpinnya, ia aktif mempromosikan budaya dan pendidikan Jepang di Bali, serta mendorong dosen dan mahasiswa melanjutkan studi ke Jepang melalui Persada (Perhimpunan Alumni Jepang) cabang Bali.***

Editor : Donny Tabelak
#jepang #bintang jasa #guru besar fakultas pertanian #UNUD #pertanian #universitas udayana