Radarbadung.jawapos.com– Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar terus mendorong pengelolaan sampah mandiri di lingkungan sekolah.
Langkah konkret yang diambil adalah dengan menargetkan keberadaan Teba Modern di setiap sekolah, baik negeri maupun swasta, guna menangani sampah organik secara efektif.
Kepala Disdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama, menjelaskan bahwa inovasi ini didukung pula dengan pendistribusian komposter bag ke berbagai sekolah.
”Di sekolah sudah ada Teba Modern, juga ada komposter bag, sehingga masalah sampah organik bisa terselesaikan dengan baik di lokasi,” paparnya, Minggu (12/4).
Pembangunan Teba Modern ini tidak hanya bersumber dari satu anggaran, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor.
Mulai dari APBD Disdikpora, DLHK Denpasar, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yayasan, hingga Corporate Social Responsibility (CSR).
”Sekarang kami juga sedang memproduksi sekitar 200 unit Teba Modern dengan anggaran Dikpora. Targetnya semua sekolah bisa memiliki fasilitas ini,” tambah Wiratama.
Dengan adanya fasilitas ini, sampah yang dihasilkan sekolah bisa dikelola maksimal.
Sampah organik diolah menjadi kompos di Teba Modern atau menggunakan komposter bag, sehingga yang keluar dari sekolah hanya berupa sampah residu.
Sementara untuk sampah anorganik, dikelola melalui kerja sama dengan bank sampah.
Tidak hanya soal pengolahan, Disdikpora juga menekan produksi sampah dari sumber.
Pihaknya mengimbau pengelola kantin sekolah untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan penggunaan kemasan plastik sekali pakai.
”Kami imbau kantin sekolah kalau bisa tidak lagi menjual makanan dengan kemasan plastik. Ini untuk mengurangi timbunan sampah plastik di lingkungan pendidikan,” tegasnya.***
Editor : Donny Tabelak