Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Miris! Ruang Kelas di Dua SD Sembung Gede Rusak Berat, Atap Jebol dan Tembok Hancur

Juliadi Radar Bali • Senin, 4 Mei 2026 | 06:44 WIB
Seorang guru menunjukkan kerusakan struktur bangunan di SDN 3 Sembung Gede yang nyaris roboh. (Foto Juliadi)
Seorang guru menunjukkan kerusakan struktur bangunan di SDN 3 Sembung Gede yang nyaris roboh. (Foto Juliadi)

Radarbadung.jawapos.com– Di tengah megahnya wajah kota Tabanan yang ditandai dengan bangunan gapura, lapangan publik, dan kompleks kantor pemerintahan, masih ada kondisi memprihatinkan yang menyelimuti dunia pendidikan.

Dua unit Sekolah Dasar (SD) di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, yakni SDN 2 dan SDN 3 Sembung Gede, mengalami kerusakan bangunan yang sangat parah dan mengancam keselamatan proses belajar mengajar.

Pantauan wartawan pada Minggu (3/5) memperlihatkan kondisi yang memilukan.

Di SDN 2 Sembung Gede yang berlokasi di Banjar Dinas Batuaji Kawan, atap bangunan jebol dan bocor parah.

Akibatnya, empat ruang kelas tidak lagi layak pakai dan terpaksa dikosongkan.

Kondisi di SDN 3 Sembung Gede dinilai lebih buruk.

Bangunannya terlihat seperti terkena dampak bencana alam, di mana tiga ruang kelas untuk jenjang 4, 5, dan 6 serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) mengalami kerusakan struktur berat.

Tidak hanya atap yang jebol, tembok penyangga ruangan pun hancur dan retak di beberapa bagian.

Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana, menjelaskan kerusakan ini memuncak pada Kamis (30/4) lalu, di mana sebagian bangunan akhirnya roboh.

Beruntung, ruangan tersebut sudah dikosongkan beberapa hari sebelumnya sehingga tidak ada korban jiwa maupun siswa yang terluka.

“Kerusakan sebenarnya sudah dimulai sejak dua tahun lalu, diawali dari ruang UKS. Karena bangunannya menyatu, kerusakan perlahan merembet ke ruang kelas lainnya. Kami langsung mengambil tindakan antisipasi dengan mengosongkan seluruh ruangan yang rawan ambruk,” ujarnya.

Akibat kondisi ini, proses belajar mengajar menjadi terganggu. Sebanyak 151 siswa harus berpindah tempat.

Untuk sementara, pihak sekolah meminjam wantilan Banjar Dinas Mandung dan mengatur sistem berganti kelas.

Siswa kelas rendah menggunakan wantilan, sedangkan siswa kelas atas menggunakan ruangan kelas yang kondisinya masih aman.

“Kami sudah mengusulkan perbaikan sejak lama dan masuk dalam program revitalisasi sekolah dengan kategori rusak berat tahun 2026. Namun sampai saat ini kami belum mendapat kepastian kapan anggarannya turun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Tabanan, I Made Sukanitra, membenarkan bahwa usulan perbaikan SDN 3 Sembung Gede sudah masuk dalam daftar prioritas dan berada di peringkat ke-14.

Saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait pencairan dana APBN untuk program revitalisasi sekolah.

“Dulu kita kenal dana ini dengan DAK, sekarang namanya revitalisasi sekolah. Besaran dananya disesuaikan tingkat kerusakan bangunan. Khusus di Tabanan, ada total 62 SD yang kondisinya bervariasi dari rusak ringan, sedang hingga berat, dan semuanya sudah terverifikasi pusat,” jelasnya.

Ia menambahkan, biasanya pengumuman sekolah yang mendapatkan bantuan akan keluar pada Mei hingga Juni mendatang.

Jika anggaran pusat tidak turun, pihaknya akan segera melaporkan dan mengajukan solusi pendanaan melalui APBD Kabupaten.

Berbeda dengan SDN 3, untuk SDN 2 Sembung Gede tidak akan dilakukan perbaikan fisik.

Pasalnya, sekolah tersebut sudah direncanakan akan digabung atau regrouping pada awal Juli mendatang, sehingga keberadaannya akan ditiadakan dan siswanya dipindahkan ke sekolah lain.***

Editor : Donny Tabelak
#sekolah rusak #jebol #pemkab tabanan