Radarbadung.jawapos.com– Komisi IV DPRD Karangasem menyoroti pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Sejumlah calon siswa dilaporkan gugur dan tidak diterima di dua sekolah yang didaftarkan, sehingga dikhawatirkan ada yang “tercecer” dan tidak mendapatkan tempat belajar.
Merespons hal itu, rombongan Komisi IV DPRD Karangasem melakukan kunjungan kerja dan koordinasi langsung ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) setempat pada Rabu (1/7).
Dewan meminta jajaran dinas memastikan tidak ada satu pun calon murid yang gagal bersekolah karena kendala administrasi atau pemilihan jalur pendaftaran.
Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, menjelaskan hasil pengecekan awal menunjukkan banyak calon siswa gugur karena tidak memenuhi syarat atau salah memilih jalur pendaftaran.
“Banyak yang mendaftar lewat jalur tertentu padahal tidak memenuhi kriteria. Akibatnya gugur di dua pilihan sekaligus,” ungkapnya.
Meski kendala bersifat teknis, pihak dewan menegaskan hak pendidikan tetap harus dipenuhi.
“Jangan sampai ada yang tidak sekolah hanya karena kesalahan saat mendaftar. Pastikan semuanya tertampung,” tegasnya.
Sudira menambahkan, masih ada waktu hingga 6 Juli mendatang pada tahap pendaftaran susulan dan penempatan ulang.
Dinas diminta segera memetakan seluruh calon murid yang belum diterima dan mengarahkan ke sekolah terdekat yang masih memiliki sisa kuota.
Selain penyelesaian kasus saat ini, dewan juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem SPMB berbasis daring.
Sejumlah kendala teknis di lapangan dinilai perlu diperbaiki agar pelaksanaan ke depannya lebih lancar dan adil.
Nantinya, setelah tahun ajaran baru dimulai, Komisi IV akan turun langsung ke sekolah untuk memantau pemerataan jumlah siswa dan ketersediaan tenaga pendidik.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengakui menerima sejumlah pengaduan dari orang tua.
Setelah ditelusuri, sebagian besar terjadi karena calon siswa memilih jalur afirmasi meski datanya tidak memenuhi syarat berdasarkan verifikasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Saat ini tercatat ada sekitar 19 calon murid yang belum tertampung. Kami segera lakukan pendataan ulang dan mencarikan tempat di sekolah yang masih ada daya tampung. Kami pastikan tidak ada yang ditinggalkan,” janjinya.***
Editor : Donny Tabelak