Kalah dari Persib Bandung di Kandang Sendiri, Pelatih Bali United Jansen Ngaku Tetap Bangga
I Wayan Widyantara• Rabu, 5 November 2025 | 00:54 WIB
Striker Bali United Boris menggangu pergerakan pemain Persib Julio Cesar. Bali United harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-1.
Radarbadung.jawapos.com– Pelatih kepala Bali United FC, Johnny Jansen, mengaku kecewa dengan kekalahan tipis timnya dari Persib Bandung, namun tetap bangga atas perjuangan para pemainnya.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (1/11), Bali United harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-1.
Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Persib di markas Serdadu Tridatu.
Meski kehilangan poin di pekan ke-11 Liga 1 Indonesia 2025, Jansen menilai timnya menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi kematangan taktikal dan pemahaman permainan.
Ia menegaskan bahwa meski hasil pertandingan belum sesuai harapan, proses yang dilalui tim sejauh ini patut diapresiasi.
”Saya melihat dari awal hingga sekarang tim ini terus berkembang. Kami menjadi lebih bagus melalui umpan yang semakin matang hingga pemahaman akan taktikal permainan. Saya tidak suka dengan hasilnya, tetapi saya suka akan perkembangan proses tim ini,” ujar Coach Johnny usai pertandingan.
Jansen juga membandingkan performa timnya saat ini dengan laga sebelumnya ketika Bali United menghadapi Persija Jakarta di kandang Macan Kemayoran.
Saat itu, Bali United berhasil mencuri satu poin, dan hasil tersebut disebutnya sebagai langkah awal menuju peningkatan performa tim.
Menurutnya, setiap pertandingan menjadi bahan evaluasi penting bagi Ricky Fajrin dan kawan-kawan.
Hasil evaluasi tersebut kini mulai terlihat dalam kematangan permainan Bali United yang mampu mengontrol jalannya laga melawan Persib Bandung.
”Melawan tim sekelas Persib minggu ini menunjukkan hasil dari proses evaluasi yang kami lakukan sejak melawan Persija. Saat itu bermain di kandang Persija terasa sangat berat, tapi kami bisa pulang dengan satu poin. Sekarang kami bisa mengontrol pertandingan, meski hasilnya belum sesuai harapan,” katanya.
Namun, situasi sempat berubah ketika Mirza Mustafic, pemain pengganti yang baru masuk di babak kedua, harus ditarik keluar hanya empat menit setelah bermain akibat mengalami masalah fisik.
Kondisi tersebut memaksa Bali United melakukan perubahan strategi yang berdampak pada keseimbangan permainan tim.
Meski demikian, Jansen menegaskan timnya tidak akan berhenti berbenah. Ia optimistis Bali United akan semakin kuat seiring dengan meningkatnya pemahaman para pemain terhadap skema permainan yang diterapkannya.
”Tugas kami saat ini tentu berlatih lagi untuk semakin matang. Melawan tim top seperti Persib kami bisa seimbang dan mengontrol pertandingan. Jika kami semakin matang, maka kami akan terus memenangkan pertandingan ke depannya,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Bali United masih harus berjuang memperbaiki posisi di papan klasemen Liga 1.
Sementara itu, kemenangan Persib Bandung di Gianyar menjadi catatan penting dalam perjalanan Maung Bandung yang semakin kokoh di jalur perebutan posisi puncak.
Bagi Jansen, kekalahan kali ini bukan akhir, melainkan bagian dari proses panjang membentuk tim Bali United yang lebih solid, matang, dan kompetitif di sisa musim ini.***
RAPAT PLENO: Ketua DPD APTI Jatim K. Mudi (tengah) saat memimpin rapat terkait pertembakauan di sela-sela rakerda yang digelar di Kabupaten Magetan, Sabtu (1/11). (IST) Editor : Donny Tabelak