Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Bali United Kalah 2-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung, Pemain Kritik Keras Keputusan Wasit

I Wayan Widyantara • Senin, 10 November 2025 | 19:31 WIB
Bali United kembali mengalami hasil buruk setelah kalah 2-1 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (7/11). Tampak kiper dan pemain Bali United.
Bali United kembali mengalami hasil buruk setelah kalah 2-1 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (7/11). Tampak kiper dan pemain Bali United.

Radarbadung.jawapos.com- Bali United FC kembali menelan kekalahan pada pekan ke-12 BRI Super League 2025/26.

 
Bali United kalah 2-1 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat sore lalu (7/11).
 
Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Serdadu Tridatu yang gagal menang dalam dua pertandingan terakhir.
 
Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung membuka keunggulan cepat di menit ke-6 lewat sepakan Dendy Sulistyawan.
 
Gol tersebut membuat tim tamu berada di bawah tekanan sejak awal laga. Bali United sempat menyamakan kedudukan di menit ke-60 melalui sontekan Made Andhika Wijaya setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang.
 
Namun harapan tim asuhan Johnny Jansen pupus ketika Slavko Damjanovic mencetak gol sundulan di menit ke-85 yang memastikan kemenangan tuan rumah.
 
Baca Juga: Dari Debat Mahasiswa IV Jawa Pos Radar Bali 2025, Menguji Ketajaman Berpikir Logis
 
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, mengakui timnya kesulitan untuk bangkit setelah kebobolan lebih dulu.
 
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, rapatnya pertahanan Bhayangkara serta catatan kebobolan mereka yang rendah musim ini menjadi tantangan besar bagi skuad Serdadu Tridatu.
 
“Kami adalah Bali United yang mencoba memainkan sepak bola yang bagus. Tetapi kami menyadari secara mental kami harus berubah untuk bisa mencetak gol dan memenangkan pertandingan di laga berikutnya,” ujar Jansen dengan nada kecewa usai laga.
 
Kondisi semakin memburuk bagi Bali United setelah gelandang asal Belanda, Tim Receveur, diusir keluar lapangan pada menit ke-81 setelah menerima kartu kuning kedua dari wasit Pipin Indra Pratama.
 
Insiden ini menimbulkan kontroversi karena Receveur dinilai justru menjadi korban pelanggaran dari pemain Bhayangkara.
 
Bagian engkel kanannya bahkan tampak berdarah, namun wasit tetap memberikan kartu kuning kedua tanpa meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR).
 
Baca Juga: Kadin Bali Minta Masyarakat Waspada Keberadaan Kelompok WNA yang Tinggal di Kos- kosan
 
”Keputusan itu tentu berpengaruh terhadap permainan kami. Tapi kami juga harus sadar bahwa peluang yang kami ciptakan seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Kami perlu memperbaiki mental agar bisa lebih tajam dan menang di laga berikutnya,” tambah Jansen.
 
Ini menjadi laga kedua berturut-turut Bali United kehilangan pemain asing karena kartu merah.
 
Sebelumnya, Mirza Mustafic juga diusir saat menghadapi Persib Bandung pekan lalu.
 
Situasi ini membuat lini tengah Bali United harus kembali beradaptasi untuk pertandingan mendatang.
 
Dengan hasil ini, Bali United tetap tertahan di peringkat tengah klasemen dengan raihan 13 poin dari 11 pertandingan, hasil dari tiga kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.
 
Skuad Serdadu Tridatu masih memiliki satu laga tunda melawan Dewa United yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
 
Baca Juga: Kisah Cinta Pasutri Disabilitas di Badung: Cinta Bersemi dari TikTok, Kini Berjuang Membesarkan Buah Hati yang Berisiko Stunting
 
Sementara itu, gelandang Bali United lainnya, Jordy Bruijn, turut menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit.
 
Ia menilai keputusan-keputusan wasit yang diambil tidak memberikan keadilan bagi kedua tim dan merugikan Bali United sepanjang laga.
 
”Memang kami memulai pertandingan kurang baik dan baru menekan di babak kedua. Tapi saya pikir situasi di lapangan berat karena wasit kurang baik dalam memimpin,” ungkap Bruijn.
 
Bruijn juga menyoroti gol pertama Bhayangkara yang menurutnya diawali pelanggaran terhadap Thijmen.
 
Selain itu, keputusan memberikan kartu merah kepada Receveur dianggap sangat keliru.
 
”Kakinya bengkak dan berdarah, tapi justru dia yang dikeluarkan. Ini fakta yang menyakitkan, dan saya tidak senang dengan laga kali ini,” katanya.
 
Pertandingan ini dipimpin oleh wasit Pipin Indra Pratama dengan asistensi Fuad Rizky dan Dimas Tantowi, serta Yoko Suprianto sebagai wasit cadangan.
 
Sementara petugas VAR adalah Armin Dwi Suryatin dan Adi Nanda. Meski teknologi VAR telah digunakan di kompetisi musim ini, kontroversi atas keputusan wasit masih kerap terjadi.
 
Kekalahan 2-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC membuat Bali United semakin sulit tampil konsisten dalam upaya mengejar papan atas klasemen.
 
Pada laga berikutnya, tim Serdadu Tridatu akan berupaya bangkit saat menjamu Persis Solo di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.***
Photo
Photo
Editor : Donny Tabelak
#Bhayangkara Presisi Lampung FC #Super League 2025 #Johnny Jansen #bali united #wasit