Radarbadung.jawapos.com— Bali United FC berpotensi tidak tampil dengan kekuatan penuh saat menjamu Semen Padang pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Dua pemain inti Serdadu Tridatu, Tim Receveur dan Boris Kopitovic, terancam absen akibat akumulasi kartu kuning yang mereka terima sepanjang putaran pertama kompetisi.
Kondisi ini tidak lepas dari laga pekan ke-17 saat Bali United bertandang ke markas PSM Makassar, Jumat (9/1) malam.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion B.J. Habibie, Parepare, Bali United berhasil meraih kemenangan penting meski laga berjalan keras dan diwarnai banyak pelanggaran.
Pertandingan tersebut menjadi sorotan setelah wasit Erfan Efendi mengeluarkan total sembilan kartu kuning dan dua kartu merah.
Hujan kartu itu berdampak langsung bagi Bali United, mengingat beberapa pemainnya kini berada di ambang sanksi larangan bermain.
Tim Receveur dan Boris Kopitovic tercatat telah mengoleksi empat kartu kuning, jumlah maksimal sebelum dijatuhi skorsing satu pertandingan.
Baca Juga: Cabuli Anak Sendiri yang Berusia 3 Tahun, Ayah Bejat di Jembrana Bali Dituntut 10 Tahun Penjara
Jika kembali menerima kartu kuning pada laga berikutnya, kedua pemain tersebut dipastikan harus menepi saat Bali United menghadapi Semen Padang.
Ancaman absennya Receveur dan Kopitovic menjadi perhatian serius, mengingat peran penting keduanya dalam skema permainan tim.
Tim Receveur dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang berperan menjaga keseimbangan lini tengah Bali United, baik saat bertahan maupun membangun serangan.
Sementara itu, Boris Kopitovic merupakan salah satu andalan di lini depan yang kerap menjadi tumpuan dalam mencetak gol dan membuka ruang bagi rekan setimnya.
Kehilangan salah satu atau bahkan kedua pemain tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas permainan Bali United pada awal putaran kedua.
Di tengah ancaman akumulasi kartu tersebut, Bali United juga baru saja mendatangkan pemain anyar, Teppei Yachida, yang telah bergabung dalam sesi latihan perdana bersama tim pada Kamis (15/1).
Kehadiran gelandang asal Jepang itu disambut positif oleh kelompok suporter Bali United.
Ketua Semeton Bulldog, Ketut Subudi, berharap Teppei Yachida mampu memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam memperkuat lini tengah Serdadu Tridatu.
”Kami sebagai suporter Bali United tentu sangat senang dengan datangnya pemain baru ini. Semoga kehadiran Teppei Yachida bisa menambah kekuatan di lini tengah Bali United. Apalagi dia merupakan eks pemain Timnas Jepang U-23, tentu kami berharap kualitas dan pengalamannya bisa membantu tim tampil lebih solid,” ujarnya.
Meski demikian, Ketut menilai Bali United masih membutuhkan tambahan pemain asing, terutama di sektor lini depan.
Ia menyoroti produktivitas gol yang dinilai masih belum maksimal hingga akhir putaran pertama.
”Kalau ditanya soal pemain baru lagi, pastinya Bali United masih butuh, terutama untuk lini depan atau striker supaya daya gedor Bali United bisa lebih gacor. Saat ini saya melihat striker, termasuk Kopitovic, masih kurang bertaji. Untuk ukuran striker, mencetak empat gol dan itu pun beberapa dari penalti tentu belum cukup,” tegasnya.
Sementara itu, usai laga kontra PSM Makassar, pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memilih tidak banyak mengomentari kepemimpinan wasit meski pertandingan berjalan dengan tensi tinggi.
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa keputusan wasit merupakan bagian dari pertandingan yang harus diterima oleh semua pihak.
“Saya sebenarnya tidak suka mengomentari kinerja wasit. Bagaimanapun itu keputusan dari mereka yang bertugas dan sebagai pemain ketika sudah mendapat kartu kuning, ya sudah kita tidak perlu melakukan pelanggaran lagi. Mengambil sebuah keputusan tentu sangat sulit, jadi saya tidak ingin banyak mengomentari wasit,” ujar Johnny Jansen.
Johnny menambahkan bahwa fokus utama tim pelatih saat ini adalah pengembangan permainan Bali United agar tampil lebih efektif dan disiplin di setiap pertandingan.
Menurutnya, beberapa momen dalam laga melawan PSM sempat terhenti akibat pelanggaran yang tidak perlu, namun secara keseluruhan ia puas dengan performa tim.
“Kami memiliki banyak peluang namun ada beberapa momen pertandingan harus berhenti karena kesalahan yang dilakukan. Tapi secara keseluruhan saya senang atas kemenangan penting pekan ini. Saya bangga dengan tim ini,” jelasnya.
Kemenangan atas PSM Makassar membuat Bali United menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan raihan 27 poin, hasil dari tujuh kemenangan, enam kali imbang, dan empat kekalahan.
Modal tersebut menempatkan Bali United dalam posisi kompetitif untuk bersaing di papan atas klasemen.
Namun demikian, ancaman akumulasi kartu kuning dan kebutuhan penambahan amunisi baru menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Bali United.
Disiplin pemain serta ketepatan rekrutmen akan menjadi faktor krusial agar Serdadu Tridatu tetap kompetitif saat memasuki putaran kedua, termasuk dalam laga kontra Semen Padang yang diprediksi berlangsung ketat.***