Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

BPS Catat Laju Inflasi di Badung Bulan Juli 2025 Tembus 2,29 Persen, Kenaikan Harga Pangan Tetap Jadi Pendorong Utama

Made Dwija Putera • Minggu, 24 Agustus 2025 | 18:48 WIB
Ilustrasi kenaikan harga pangan memicu laju inflasi di Kabupaten Badung
Ilustrasi kenaikan harga pangan memicu laju inflasi di Kabupaten Badung

MANGUPURA, Radarbadung.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung mencatat laju inflasi tahunan (y-on-y) di Badung pada Juli 2025 berada di angka 2,29 persen.

Angka ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana inflasi tercatat sebesar 2,40 persen.

Meskipun demikian, Kepala BPS Kabupaten Badung Komang Bagus Pawastra, menyatakan bahwa kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran menjadi faktor utama pemicu inflasi.

”Kenaikan harga ini ditunjukkan oleh naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 107,34,” ujar Bagus Pawastra dalam siaran persnya yang dirilis melalui website resmi badungkab.bps.go.id.

Dari seluruh kelompok pengeluaran, kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang melonjak sebesar 5,74 persen.

Kelompok lain yang juga mengalami kenaikan signifikan adalah perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,56 persen, serta kelompok transportasi sebesar 1,32 persen.

Berikut adalah rincian kenaikan indeks di beberapa kelompok pengeluaran lainnya: Pakaian dan alas kaki: 0,89 persen; Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 0,43 persen; Kesehatan: 0,43 persen; Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan: 0,07 persen; Rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,13 persen; Pendidikan: 1,04 persen; Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 0,31 persen; Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 0,02 persen.

Secara bulanan (m-to-m), Kabupaten Badung mengalami inflasi sebesar 0,15 persen pada Juli 2025. Angka ini berbalik arah dari Juli 2024 yang justru mencatat deflasi sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, inflasi tahun berjalan (y-to-d) tercatat sebesar 1,25 persen. Angka ini menunjukkan tren yang meningkat jika dibandingkan dengan inflasi y-to-d pada Juli 2024 yang berada di angka 0,94 persen.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun inflasi tahunan Badung secara keseluruhan melambat, tekanan harga dari beberapa komoditas, khususnya pangan, masih menjadi tantangan utama yang perlu diwaspadai. ***

 

Editor : Made Dwija Putera
#indeks harga konsumen #BPS Badung #kelompok makanan #inflasi #Kabupaten Badung