Heboh, Wanita Jepang Buka Pakaian di Bandara Ngurah Rai
Andre Sulla• Sabtu, 27 September 2025 | 22:02 WIB
Polwan Polres Kawasan Udara Bandara I Gusti Ngurah Rai membujuk Turis Jepang inisial MK yang diduga depresi dan bikin onar di bandara Ngurah Rai, Kamis 25 September 2025 lalu.
Radarbadung.jawapos.com– Suasana Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai sempat diwarnai kejadian tak biasa.
Seorang turis wanita asal Jepang berinisial MK, 47, bikin heboh, Kamis 25 September 2025 lalu.
Ia diamankan petugas lantaran diduga mengalami depresi saat hendak pulang ke negaranya, namun tanpa memiliki tiket penerbangan.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika MK mengutarakan keinginannya pulang ke Jepang, Rabu 24 September 2025 sekitar pukul 23.30 WITA.
Namun, saat diperiksa petugas Aviation Security (Avsec), terungkap bahwa ia tidak memegang tiket pesawat.
Situasi semakin memanas ketika pada Kamis 25 September 2025 sekitar pukul 00.30 WITA.
Perempuan itu menunjukkan gejala depresi dan bertindak tidak terkendali. "Ia bahkan sempat membuka pakaiannya di area counter check-in, sehingga membuat petugas sigap menenangkan dan memintanya kembali mengenakan pakaian," beber Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., Jumat (26/9).
Selama beberapa jam melakukan komunikasi, petugas Avsec bersama kepolisian menjaga yang bersangkutan hingga kondisi tak kunjung tenang.
Selain itu pihak bandara berkoordinasi dengan Customer Service untuk menghubungi Konsulat Jepang, sekitar pukul 08.00 WITA.
Namun upaya komunikasi sulit dilakukan karena kondisi mental MK belum stabil.
Satpol PP Badung tiba di lokasi dan melakukan penanganan lanjutan, sekitar pukul 08.45 WITA.
Beruntung Polwan Polres Bandara yang diterjunkan akhirnya berhasil membujuk MK, hingga bersedia menaiki mobil Satpol PP untuk dibawa mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Benar, seorang WNA asal Jepang diamankan karena kondisi psikologisnya diduga mengalami depresi dan tidak memiliki tiket penerbangan,” jelas Juru Bicara Polres Badung.
Pihak kepolisian menegaskan, koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan di kawasan bandara.
"Ya termasuk dalam penanganan kejadian tak terduga seperti ini," pungkasnya.***