Radarbadung.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mematangkan rencana pembangunan Museum Perdamaian Bali.
Museum yang akan menjadi simbol pengingat tragedi kemanusiaan Bom Bali itu rencananya dibangun di lahan di sebelah barat Monumen Ground Zero, Legian, Kuta, Badung. Pembangunan fisiknya ditargetkan mulai pada tahun 2026 mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Badung I Gede Eka Sudarwitha menjelaskan bahwa proses perencanaan museum ini telah berlangsung sejak tahun 2023.
Mulai dari feasibility study (FS), sosialisasi, pengadaan lahan pada akhir 2024, hingga penyusunan detail engineering design (DED).
”Sekarang DED-nya hampir rampung, dan akan kita seminarkan lagi untuk menjaring masukan dari tokoh masyarakat, instansi terkait, dan pimpinan terhadap desain yang sudah ada,” ujar Sudarwitha, kemarin.
Museum ini akan dibangun tiga lantai di atas lahan seluas 15 are. Desainnya mengusung konsep museum modern, lengkap dengan ruang pameran, auditorium, ruang audio visual, area terbuka, hingga basement parkir.
”Konsepnya museum modern, hampir seperti Museum Tsunami Aceh, tapi disesuaikan dengan karakter Bali,” jelasnya.
Proyek pembangunan fisik museum tersebut telah masuk dalam Rancangan KUA-PPAS 2026, dengan estimasi biaya mencapai Rp 140 miliar lebih.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, kata Sudarwitha, juga memberi perhatian khusus terhadap aspek fasilitas dan kenyamanan.
”Pak Bupati menekankan agar tersedia parkir yang memadai. Karena itu dirancang basement yang bisa menampung sekitar 40 mobil, dengan tetap memperhatikan sempadan jalan dan tata ruang kawasan,” tambahnya.
Pembangunan Museum Perdamaian Bali diharapkan menjadi ruang refleksi dan edukasi, sekaligus simbol komitmen masyarakat Bali dalam menjaga perdamaian dunia. (dwi)
Editor : Made Dwija Putera