Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Lagi, Warga di Bali Kesulitan Gas Melon, Harga Tembus Rp 25 Ribu, Pertamina Buka Suara

Marsellus Nabunome Pampur • Senin, 9 Februari 2026 | 16:27 WIB
Deretan tabung gas kosong di salah satu warung kelontong di Canggu, Kuta Utara, Badung.
Deretan tabung gas kosong di salah satu warung kelontong di Canggu, Kuta Utara, Badung.
 
Radarbadung.jawapos.com - Warga Bali kembali kesulitan mendapatkan gas melon 3 kg subsidi.
 
Hal ini terjadi di beberapa wilayah di Denpasar, Gianyar hingga kawasan Kuta Utara, Bandung. 
 
Gas subsidi sulit ditemukan di berbagai kios atau warung pengecer.
 
Sekalinya ada, harga yang dipatok para pengecer hingga Rp25 ribu per tabung.
 
Dari pantauan yang dilakukan di lapangan, beberpaa pengecer juga bahkan menerapkan aturan KTP bagi calon pembeli.
 
Hal ini dilakukan agar satu pemilik KTP hanya boleh membeli satu buah tabung saja.
 
Beberapa pemilik warung warung bahkan mengaku jika pengiriman dari agen hanya berlangsung sekali dalam seminggu.
 
Padahal kebutuhan masyarakat sekitar cukup tinggi.
 
 
Salah satu pemilik warung madura di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, bahkan mengaku jika seminggu terakhir, pihaknya belum menerima kiriman gas lagi dari distributor.
 
”Seminggu ini belum ada kirim lagi," ujar seorang pemilik warung kelontong di kawasan Canggu, Kuta Utara saat ditanya terkait ketersediaan gas melon di warung miliknya.
 
Terkait kondisi ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Bali, tetap berjalan aman dan terkendali. 
 
Terkait  kesulitan masyarakat memperoleh LPG subsidi 3 kilogram serta adanya harga jual yang mencapai Rp25 ribu di sejumlah pengecer, Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, khususnya di area perbatasan kota.
 
Situasi tersebut terjadi di tingkat pengecer dan tidak mencerminkan kondisi distribusi pada jalur resmi.
 
Rahadi mengklaim, ketersediaan LPG subsidi di tingkat agen dan pangkalan resmi terpantau dalam kondisi aman serta disalurkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
 
”Pasokan LPG subsidi di pangkalan resmi dalam kondisi mencukupi dan tetap disalurkan sesuai ketentuan. Kami terus melakukan pengawasan agar distribusi berjalan tepat sasaran,” ujar Ahad Rahedi dalam keterangan resminya, Senin (9/2). ***
Editor : Donny Tabelak
#gas langka #gas subsidi #pertamina #badung #lpg #gas melon #warung madura #denpasar