Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Badung Minim Lampu Penerang Jalan, Seorang Wanita Pengendara Motor Tewas Dijambret

I Wayan Widyantara • Rabu, 11 Februari 2026 | 18:24 WIB
Seorang wanita pengendara motor tewas setelah dijambret di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Seorang wanita pengendara motor tewas setelah dijambret di Jalan Pengubengan Kauh, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
 
Radarbadung.jawapos.com– Minimnya pencahayaan di sejumlah ruas jalan di kawasan wisata Badung, kembali menjadi sorotan.
 
Lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di jalur-jalur strategis, terutama di Kuta, Kuta Selatan dan Kuta Utara, dinilai menciptakan ruang rawan bagi munculnya aksi kejahatan.
 
Sejumlah kasus kriminal seperti begal dan jambret disebut kerap terjadi di titik-titik yang minim cahaya.
 
Kondisi ini kembali mencuat setelah insiden tragis yang menimpa Juhae Velina, 46.
 
Perempuan asal Tangerang itu meregang nyawa setelah dijambret dan motornya oleng dan menabrak tiang listrik di kawasan Kuta Utara.
 
Titik itu diketahui gelap, dan diduga menjadi incaran para pelaku penjambretan.
 
 
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina menegaskan bahwa kondisi jalan yang minim penerangan sangat berpengaruh terhadap kerawanan kriminalitas.
 
Menurutnya, pelaku cenderung memanfaatkan lokasi yang tidak terang dan minim CCTV untuk menghindari identifikasi.
 
”Minimnya penerangan jalan dan kurangnya CCTV di lokasi sangat berpengaruh. Kondisi gelap memberi ruang bagi pelaku untuk beraksi,” tegasnya, Rabu (11/2/2026).
 
Ia memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menambah penerangan dan perangkat pemantau di titik rawan.
 
”Untuk penerangan, nanti kami akan berkomunikasi dengan Kominfo untuk pemasangan CCTV lagi. CCTV yang lama-lama nanti biar diganti. Termasuk penerangan lampu jalan, nanti kami bersurat ke pak camat,” ujarnya.
 
Sebagaimana diketahui, kasus yang merenggut nyawa Velina berawal dari aksi penjambretan yang terekam kamera pengawas (CCTV).
 
Rekaman itu menunjukkan tiga pria berboncengan dengan satu motor membuntuti korban dari jarak dekat.
 
Polisi menduga mereka sudah mengincar sejak beberapa meter sebelum lokasi kejadian.
 
Setibanya di titik yang gelap, para pelaku memepet korban dari sisi kiri.
 
Satu orang diduga menjulurkan tangan dan menarik tas korban.
 
Tarikan mendadak itu membuat motor yang dikendarai Velina oleng dan menghantam tiang listrik.
 
”Dari rekaman CCTV terlihat ada tarikan tas oleh pelaku. Akibatnya korban oleng dan menabrak tiang listrik,” kata Kapolsek.
 
 
Polisi memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang, karena para pelaku bergegas kabur. 
 
Dalam rekaman, baik korban maupun pelaku sempat terjatuh sebelum akhirnya para pelaku kabur.
 
”Tidak ada barang korban yang hilang. Kemungkinan pelaku gagal. Kalau kita lihat dari rekaman, korban dan pelaku sempat jatuh,” jelasnya.
 
Kapolsek juga menilai aksi tersebut bukan dilakukan pada jam rawan yang biasa dipetakan pihak kepolisian.
 
”Jam tersebut bukan jam rawan. Diduga ini aksi spontanitas dengan sasaran acak di tengah ramainya lalu lintas,” tambahnya.
 
Peristiwa tragis ini awalnya dilaporkan sebagai kecelakaan lalu lintas.
 
Korban ditemukan oleh pihak keluarga dan dilarikan ke RSU Garba Med Kerobokan.
 
Namun luka yang dialami cukup parah, dan nyawanya tidak tertolong.
 
”Awalnya dilaporkan laka. Keluarga masih berduka,” ujar Kapolsek.
 
Velina dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.
 
Jenazah telah dipulangkan ke Tangerang untuk dimakamkan.
 
Hingga kini, tiga pria yang terekam dalam CCTV masih diburu oleh aparat. Polisi memastikan pengejaran terus dilakukan.
 
Tragedi yang terjadi di jalan minim penerangan ini kembali menegaskan pentingnya lampu jalan dan pengawasan CCTV untuk mencegah aksi kriminal yang dapat berakibat fatal.***
Editor : Donny Tabelak
#begal #kuta utara #jambret #Lampu Penerang Jalan #badung #Polsek Kuta Utara