Radarbadung.jawapos.com- Keributan pecah di jalan yang melibatkan pengendara motor dan pengemudi truk. Kejadain itu sampai membuat emosi warga sekitar.
Peristiwa itu berlangsung di kawasan Jalan Puri Gading, Jimbaran, Kuta Selatan, Sabtu 29 November 2025 sekitar pukul 19.10 WITA.
Informasi yang diperoleh, sopir truk tangki berinisial FH, 23, tiba-tiba mengamuk dan memukul seorang warga hingga mengalami luka robek di bagian kepala. Ia memukul menggunakan kunci roda mobil.
Warga sekitar yang nelihat kejadian itu, langsung mengejar sopir tersebut. FH kemudian diamankan lalu diikat dan dianiaya secara brutal.
Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi membenarkan insiden tersebut.
Pemukulan terjadi sekitar pukul 19.10 WITA, dan dilaporkan ke polisi pada pukul 19.50 WITA. "Ya benar, peristiwa ini berujung saling lapor," kata Kompol I Ketut Sukadi, Minggu (30/11) kemarin.
Polsek Kuta Selatan telah menerima laporan dari kedua pihak, mendatangi TKP, dan memeriksa saksi-saksi.
“Kasus ini sudah ditangani Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan. Proses hukum berjalan dan kedua belah pihak sama-sama membuat laporan,” jelas Juru Bicara (Jubir) Polresta Denpasar.
Polisi masih mendalami kronologi lengkap dan memeriksa kondisi FH serta Agus Adi untuk menentukan langkah lanjutan.
Peristiwa tersebut bermula ketika salah seorang warga sapaan Wayan, menegur FH (sopir) agar memindahkan kendaraan dan hentikan membunyikan klakson.
Namun teguran itu justru memicu kemarahan sopir truk. Ia malah naik pitam, berteriak-teriak.
Di tengah situasi panas itu, I Gede Bagus Adi Karbana, 23, yang saat itu bersama temannya mengendarai sepeda motor menancap rem saat melintas di Jalan Puri Gading.
Sebab, Bagus Adi yang merupakan seorang pelajar asal Jimbaran, melihat saudaranya- Bli Wayan, sedang cekcok dengan sopir truk tangki yang memarkir kendaraan hingga menutup akses jalan. Bagus Adi lalu mendekat dengan maksud melerai dan menenangkan situasi.
Tak disangka, ia justru menjadi sasaran amukan sopir. FH membawa kunci roda dan mengamuk, bahkan memukul kaca mobil warga.
"Sopir memukulnya di kepala bagian belakang menggunakan kunci roda,” ujar Bagus Adi dalam keterangannya kepada polisi.
Yang bersangkutan selanjutnya dibawa ke RS Bali Jimbaran untuk mendapatkan perawatan medis.
"Bagus Adi mengalami luka robek cukup parah di bagian belakang kepala dan harus mendapat 9 jahitan," tambahnya.
Sementara FH yang mengenakan kaos oblong warna merah masih berusaha mengejar orang-orang di sekitar TKP.
Hal itu membuat warga kesal dan emosi. Sopir truk tangki yang diduga dalam keadaan mabuk itu diamankan. Agar tidak semakin brutal, warga mengikatnya di salah satu tiang lampu jalan yang ada di TKP.
Sayangnya, aksi main hakim pun tak terhindarkan hingga sang sopir ini klenger dan berlumuran darah.
"FH yang berdomisili tak jauh dari TKP mengalami luka pada kepala, kening, leher, dan lutut," jelasnya.
Saksi lain, Cornelis Ami Bai, yang saat itu bersama korban, menuturkan bahwa pelaku benar-benar tak terkendali.
“Dia memukul kaca mobil pakai kunci roda, lalu mengejar semua orang. Warga lainnya sampai kocar-kacir,” ungkap Cornelis dikutip Kompol Sukadi.
Cornelis sempat terpisah dari Bagus Adi saat kejadian. Tak lama kemudian, Bagus Adi menelpon dan memberitahu bahwa ia telah dipukul dan berada di RS Bali Jimbaran.
Kemudian ia kembali ke lokasi dan membantu mengamankan pelaku sambil menunggu polisi.
Saksi ketiga, lanjut Kompol Sukadi, Kristoforus Alen yang merupakan saudara FH (sopir tangki), mengaku mendapat informasi kejadian dari istrinya melalui grup WhatsApp.
Ia langsung menuju TKP dan menemukan massa sudah berkumpul. “Melihat FH sudah berada di atas mobil patroli dalam kondisi berlumuran darah. Ia ikut naik untuk mendampingi sampai ke rumah sakit. Polsek Kuta Selatan masih mendalami motif dan rangkaian kejadian,” tutupnya.***
Editor : Donny Tabelak